Natal dan Tahun Baru 2013
Ketua Umum PGI: Kasihilah Sesama
Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia Andreas A Yewangoe meminta kepada umat Kristiani
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM- Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia Andreas A Yewangoe meminta kepada umat Kristiani untuk terus mengasihi sesama seperti dikehendaki Allah. Kasih terhadap Sang Pencipta tercermin dalam kasih terhadap sesama.
Hal itu dikatakan Andreas saat Perayaan Nasional 2012 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (27/12/2012) malam. Perayaan Natal itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, serta Wakil Presiden Boediono didampingi Ny Herawati Boediono, dan pejabat tinggi negara lainnya.
"Bisa saja kita mengklaim bahwa kita mengenal Allah. Namun, kalau tidak ada kasih, pengenalan itu tidak bernilai. Percuma kita mengklaim mengenal Allah melalui berbagai upacara dan ritual agama kita, tetapi kalau kita membenci sesama kita maka itu sia-sia belaka," kata Andreas.
Andreas mengatakan, memberi harapan kepada orang yang berada dalam kesulitan dan kemiskinan adalah ungkapan kasih terhadap sesama. Tindakan itu adalah refleksi kasih kepada Allah.
Andreas menyoroti masih adanya pergumulan soal keadilan yang belum dinikmati oleh semua rakyat. Begitu pula dengan kekerasan di berbagai daerah yang diakibatkan keenggan menerima kemajemukan. Meski demikian, dia meminta agar jangan lelah untuk terus memperjuangkannya.
"Di dalam memperjuangkan itu harus ada keseimbangan antara kasih, kuasa, dan keadilan. Kasih tanpa kuasa adalah cengeng. Sedangkan kuasa tanpa keadilan adalah sewenang-wenang. Yang membalut semuanya adalah kasih," kata Andreas.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2012 Nafsiah Mboi mengatakan, tema Natal tahun ini mengambil tema "Allah Telah Mengasihi Kita". Dengan tema itu, umat Kristiani di Indonesia mengajak bangsa Indonesia untuk bersama-sama membangun hubungan antar sesama manusia dengan menjauhi segala hal yang merusak.
"Umat Kristiani harus bisa menjadi pelopor dan teladan untuk hidup bersama dengan penuh cinta kasih. Maka agar kita dapat mengasihi orang lain dan menjadi pelaku kasih yang baik, kita terlebih dulu memahami dan merasakan betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Kita bukan hanya dituntut untuk berbicara, membaca, atau membahas tentang kasih Allah, tapi kita juga perlu mengalami kasih itu sendiri," kata Nafsiah.(*)