Musim Haji 1433 H
13 Jamaah Meninggal Saat Wukuf
Sebanyak 13 jamaah haji asal Indonesia meninggal selama prosesi wukuf di Padang Arafah
"Ini tergolong banyak," kata petugas kesehatan Misi Haji Indonesia, dr Ramon Andreas, di Mekkah, hari ini.
Ramon mengatakan hal tersebut saat dikonfirmasi mengenai angka jamaah meninggal selama wukuf diikuti mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina.
Wukuf di Arafah merupakan masa-masa kritis jamaah haji dituntuk fisiknya. Sementara, sebanyak 80 persen lebih jamaah asal Indonesia berusia lebih dari 60 tahun. Sebanyak 80 persen dari jamaah meninggal berusia lebih dari 65 tahun.
Saat takbir Iduladha berkumandang dari masjid di Mekkah, jamaah haji asal Indonesia sejumlah 211.000 orang memenuhi maqtab di Mina guna melanjutkan prosesi ibadah haji. Prosesi selanjutnya berupa melempar jumrah.
Sejumlah jamaah lainnya mendahulukan melakukan tawaf dan sa`i di Masjidil Haram sebelum melempar jumrah, terutama para jamaah haji khusus. Mereka beralasan menghindari kemacetan di kawasan Mina dan Muzdalifah.
Setelah wukuf, jamaah haji boleh mendahulukan melakukan satu di antara dua prosesi lanjutan haji, masing-masing melempar jumrah Aqobah di Mina atau melaksanakan tawaf dan sa`i di Mesjidil Haram.
Selanjutnya, melepas pakaian ihram dan melanjutnya prosesi lainnya seperti melempar jumrah hari kedua dan ketiga untuk ketiga simbol setan tersebu, yakni Aqobah, Ula dan Wusto.