Aksi Mahasiswa
KAMMI Makassar Desak SBY Mundur
KAMMI Makassar Desak SBY Mundur
Hal tersebut disampaikan Ketua KAMMI Daerah Makassar Rahmat Hidayat di Aula Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (23/7/2011)
Menurut Rahmat, SBY gagal dalam mengelola bangsa. Pasalnya kesejahteraan rakyat yang dijanjikan sampai saat ini tak terlihat. Tetapi rakyat makin miskin.
Paling parah menurut Rahmat yakni kasus pemberantasan korupsi yang tidak jelas. Dalam hal ini kasus korupsi yang melanda partai presiden tersebut.
Sementara sejak awal kepemimpinannya, SBY sudah menyatakan perang terhadap korupsi. Namun, hal itu hanya cerita belaka dan tak bisa dipercaya.
Harusnya SBY secara tegas bertindak selaku presiden untuk menuntaskan persoalan itu tanpa pandang bulu. "Kami tuntut presiden SBY untuk mundur karena gagal, termasuk gagal mengurus partai yang mengantarnya ke kursi presiden," jelasnya.
Rahmat juga menambahkan saat ini harus ada upaya penyelamatan pemimpin muda. Pasalnya melihat kasus Anas Urbaningrum yang terseret pada isu korupsi memberikan kesan buruk pada pemimpin muda.
Sebaiknya ketua Umum PD, Anas mesti legowo mundur ketika terbukti bersalah. Persoalannya ketua PD itu adalah orang muda yang ketika tak berani berkata jujur. Masyarakat akan semakin tak percaya pada pemimpin muda.
"Ini akan jadi preseden buruk bagi pemimpin muda karena masyarakat akan menyamakan dengan pemimpin tua yang bersikap status quo, korup dan tak berpihak pada rakyat," jelas Rahmat.
Sebagai pelopor gerakan mahasiswa, Rahmat berjanji KAMMI akan terus berada pada garda terdepan untuk mengkritik pemerintah. Selain itu KAMMI akan terus mendorong tercipta perubahan. Salah satunya mengungkap kasus Mega. (*/tribun-timur.com)