Investasi
Wajo Akan Punya Pabrik Gula
Wajo Akan Punya Pabrik Gula
WAJO, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengembangan ekonomi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, diperkirakan akan bergulir cepat, menyusul rencana pembangunan pabrik gula di daerah itu.
Pabrik gula akan segera dibangun setelah lahan yang dibutuhkan telah tersedia. Lahan untuk pabrik dibutuhkan 200 hektar, sedangkan untuk perkebunan tebu 8.000 hektar. Salah satu desa yang menjadi incaran investor adalah Desa Manurung, Kecamatan Bola, yang dinilai tepat secara geografis menjadi lokasi pembangunan pabrik gula.
"Pemerintah sementara mensosialisasikan pembebasan lahan warga. Desa Manurung menjadi salah satu wilayah yang dilirik investor, selain lima titik kecamatan lainnya yakni Kecamatan Bola, Penrang, Takkalalla, Majauleng dan Pammana," kata Camat Bola, Syamsul Bahri, kepada Kompas.com, Jumat (13/5).
Syamsul Bahri menyebutkan, CV Sinar Reksa Kencana, investor yang akan menanamkan modalnya dalam bentuk pabrik gula di Kabupaten Wajo, sejauh ini terus melakukan survei lahan di beberapa di lima kecamatan. Bak gayung tersambut, rencana CV Sinar Reksa Kencana pun mendapat respon positif pemerintah dan masyarakat.
"Keberadaannya diyakini dapat membantu masyarakat Wajo. Info yang kami terima, jika berhasil dibangun, pabrik gula akan menyerap tenaga kerja sekitar hingga 6.000 orang, selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Wajo dengan dipemberdayaannya lahan kering," paparnya.
Bupati Wajo, H Andi Burhanuddin Unru, mengatakan, rencana pembangunan pabrik gula di daerahnya sudah menjadi program daerah. Pemkab Wajo menyambut baik rencana investor dengan mengupayakan lahan hingga 8.200 hektar yang dibutuhkan pihak investor. Selain menjemput peluang, program yang dianggap akan lebih berpihak kepada masyarakat, juga menjadi pertimbangan Pemkab Wajo.
"Kami tentu berharap rencana pembangunan pabrik gula tersebut segera terealisasi, sehingga petani bisa bekerja mandiri dengan menanam tanaman tebu dari bibit dan pupuk yang akan disediakan sendiri perusahaan," katanya.
Hasil penanaman tebu yang dilakukan warga, kata Andi Burhanuddin Unru, akan diakomodir oleh perusahaan berupa pembelian tebu untuk produksi gula. "Perusahaan mencanangkan program sistem pengembalian plasma dan program inti mandiri. Hasil tebu warga akan dibeli kembali oleh pihak perusahaan untuk dijadikan gula," katanya.(*)