Lolos Pelatihan Dai dan Imam LDPBNU di Universitas Al-Azhar, Ini Profil Kiyai Muda NU Sulbar
Pelatihan 88 dai dan imam di Universitas Al-Azhar ini, merupakan program kerjasama PBNU melalui Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LDPBNU)
Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Kiyai Muda (KM) NU Sulawesi Barat Ahmad Multazam, menjadi salah satu dari 88 peserta untuk mengikuti pelatihan dai dan imam, di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, 2020 mendatang.
Pelatihan 88 dai dan imam di Universitas Al-Azhar ini, merupakan program kerjasama PBNU melalui Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LDPBNU).
Ke-88 nama tersebut diumumkan dini hari Senin 22 Juli kemarin.
Ahmad Multazam merupakan satu-satunya dai asal Sulawesi Barat, yang lolos dalam program tersebut.
Di Hadapan Kajati Sulsel, ACC Jelaskan Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik
Link Live Streaming (Siarang Langsung) Mola TV: Real Madrid vs Arsenal di ICC 2019, Pantau di HP!
Jelang Musda Golkar Sulsel, DPD II Diminta Lakukan Hal ini
Dijenguk NH di Rumah Sakit, SYL Berdiri dengan Infus di Tangan
Ia merupakan alumni Strata Satu (S1) STAI DDI Polewali Mandar (kini IAI DDI Polman), dan menyelesaikan Magister atau S2 di STIAA YAPPANN Jakarta.
Pendidikan dasar KM Ahmad Multazam dimulai di tanah kelahirannya, di SD Negeri 005 Lapeo Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman. Di Kampung ini ia memulai mendalami ilmu agama di kalangan keluarganya yang sangat religius.
Tamat SD ia melanjutkan pendidikan di MTs Pesantren DDI Kaballangang Kabupaten Pinrang, dibawah asuhan KH Abd Rahman Ambo Dalle.
Kemudian menyelesaikan pendidikan tingkat SMA Sederajat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Makassar.
Ahmad Multazam merupakan cucu langsung dari ulama kharismatik asal tanah Mandar, KH Muhammad Tahir atau Imam Lapeo.
Ahmad Multazam saat ini merupakan Pimpinan Majelis Dzikir Attahiriyah Annahdiyyah Imam Lapeo.
Selain itu, juga menjabat ketua Rijaluh Ansor Kabupaten Mamuju dan Ketua Matan Sulawesi Barat.
Ia komitmen melanjutkan perjuangan kakeknya Imam Lapeo, berjuang di jalan dakwah, mengisi pengajian dari satu tempat ke tempat yang lain di Sulawesi Barat.
"Saat ini saya lebih banyak melayani atau mengisi pengajian jamaah di Kota Mamuju, dan Kecamatan Kalukku. Selebihnya di Tappalang, Malunda dan Pasangkayu,"kata KM Ahmad Multazam kepada Tribun-Timur.com, Selasa (23/7/2019).
KM Ahmad Multazam mengaku sangat bersyukur menjadi salah satu dari 88 dai NU, yang mendapat kesempatan untuk lebih memperdalam ilmu di Universitas Al Azhar.
"Berangkat ke Kairo nanti tahun 2020. Tapi bulan dan tanggalnya belum jelas, Alhamdulillah saya sangat bersyukur mendapat kesempatan ini,"ucapnya.(tribun-timur.com)