Setelah Bandung, Giliran di Makassar Driver Ojol Pindah ke Gojek
Setelah Bandung, giliran pengemudi ojek online (ojol) Makassar yang berpindah ke operator transportasi berbasis aplikasi tersebut.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aplikator ojek online GoJek terus kebanjiran mitra.
Setelah Bandung, hari ini giliran pengemudi ojek online (ojol) Makassar yang berpindah ke operator transportasi berbasis aplikasi tersebut.
Menurut pengakuan para driver yang dilansir GoJek kala itu, perpindahan tersebut akibat perusahaan Karya Anak Bangsa tersebut lebih banyak benefit dari pada pesaingnya.
Baca: Ojol Apresiasi Gojek yang Bergerak Cepat Tangani Keselamatan Driver
Baca: Gojek Bantu Kebutuhan Pokok Lebih dari 100 Mitra Driver Korban Banjir Samarinda
Baca: Prioritaskan Layanan Prima, Gojek Apresiasi Ratusan Mitra Driver di Makassar
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Syamsuri Rahim mengatakan, fenomena perpindahan driver Grab ke Gojek itu bukanlah sesuatu hal yang baru.
"Itu masalah internal saja, bisa juga karena masalah kesejahteraan yang berbeda," kata Syamsuri via WhatsApp, Rabu (26/6/2019).
Menurutnya, perilaku para pengojek online tersebut sangat sensitif dengan layanan dan kesejahteraan. Mereka, akan mencari perusahaan ojek online yang bisa memberikan layanan dan kesejahteraan lebih baik.
"Operator transportasi berbasis aplikasi ini harus terus meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya," katanya
Seperti diketahui, para driver ojek online Gojek sangat mengapresiasi langkah gerak cepat perusahaan, dalam menanggapi laporan mitra drivernya yang mendadak pingsan saat mengantar konsumen.
Melalui Satgas Laka Gojek langsung merespon cepat sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.
Tidak hanya itu, Gojek juga menanggung biaya pengobatan korban.
Kepedulian Tinggi Mitra
Ketua Forum Driver Ojek Online Indonesia Muhammad Rahman Tohir menjadi bukti bahwa Gojek memiliki tingkat kepedulian tinggi kepada mitranya.
Dia mengapriasi bahwa langkah Gojek tersebut bukan hanya sebuah slogan, tapi adalah tindakan.
Terkait dengan Fenoma hijrahnya para driver ojol, Muhammad Rahman yang juga kerap dipanggil Cang Rahman mengatakan hal itu juga terkait dengan persoalan nereka yang merasa kesulitan dengan sistem pembayaran dari aplikator.
Menurut Cang Rahman, para driver lebih tertarik dengan sistem pembayaran Gojek dibandingkan kompetitor.