Pesan Plt Dirjen OTDA ke Roem Soal Hak Angket: Gubernur-DPRD Provinsi Harus Seperti Suami Istri
Ketua DPRD Sulsel, M Roem bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah (OTDA), Akmal Malik
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, M Roem bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah (OTDA), Akmal Malik saat Acara Penilaian Kinerja DPRD Sulsel di Hotel Vouk and Suites, Nusa Dua Bali, Selasa (26/6/2019).
Roem melaporkan sepintas tentang agenda hak angket DPRD Sulsel.
"Saya laporkan saat jabat tangan kemarin Pak Akmal," kata Roem, Rabu (26/6/2019).
Baca: Pemprov Siap Hadapi Hak Angket DPRD Sulsel, NA Pilih Bungkam
Baca: DPRD Sulsel Setuju Hak Angket, Ini Tanggapan Ahli Politik dan Pemerintahan
Baca: Pansus Hak Angket DPRD Sulsel Bakal Panggil Nurdin Abdullah dan Tiga Orang ini
Pertemuan Roem dan Akmal hanya sekitar 5 menit.
Dalam pertemuan ini, menurut Roem, Akmal Malik berpesan hak angket ini harus sesuai dengan kebaikan masyarakat Sulawesi Selatan.
"Intinya pesan beliau supaya hak angket ini membawa kebaikan kepada masyarakat Sulsel," kata Roem.
Selain itu, Akmal juga berpesan supaya hak angket tidak mengganggu kinerja dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.
"Intinya dalam pengarahan Dirjen OTDA dalam rapat evaluasi kinerja DPRD, gubernur dan DPRD provinsi seperti suami istri komunikasi harus baik," kata Roem.
Sebelumnya, 60 dari 64 legislator DPRD Sulsel menyetujui hak angket kepada gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.
Hak angket ini menjadi penggunaan pertama sejak DPRD Sulsel berdiri 5 dekade lalu.
DPRD Sulsel paling tinggi menggunakan hak interpelasi di zaman gubernur Sulsel, HZB Palaguna dan Amin Syam.
Saat ini, DPRD Sulsel sudah mengumumkan 20 Legislator yang bakal bekerja dalam panitia khusus (pansus) hak angket.
Mereka yakni Anggota Fraksi Partai Golkar masuk yakni Kadir Halid, Fachruddin Rangga, Ina Kartika Sari, dan Imran Tenri Tata.
Dari Demokrat yakni, Selle KS Dalle, Januar Jaury Dharwis dan Andi Irwan Patawari.
PAN yakni Yusran Paris dan Irfan AB, Nasdem yakni Muslim Salam dan Arum Spink. PPP yakni Abdul Wahid Ismail dan Amran Aminullah.