Rocky Gerung
Sedang Gonjang-ganjing Tim Bentukan Wiranto, Rocky Gerung: Berkuasa Itu Melelahkan, Istirahatlah
Sedang Gonjang-ganjing Tim Bentukan Wiranto, Rocky Gerung: Berkuasa Itu Melelahkan, Istirahatlah
Sedang Gonjang-ganjing Tim Bentukan Wiranto, Rocky Gerung: Berkuasa Itu Melelahkan, Istirahatlah
TRIBUN-TIMUR.COM - Akademisi Rocky Gerung termasuk tokoh publik yang getol menentang pembentukan Tim Asistensi Hukum yang diinisiasi Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto.
"Kita membentuk Tim Hukum Nasional yang akan mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu, siapapun dia yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum," ujar Wiranto dikutip dari Kompas TV, pada Selasa (7/5/2019).
Baca: Pernah Beda Pilihan, Ustadz Abdul Somad & Yusuf Mansur Satu Panggung di Hijrah Fest 2019 Senayan
Baca: Punya Tato dan Kini Pakai Hijab Benarkah Melly Goeslaw Muallaf? Awal Ramadan, Konser Demi Palestina
Wiranto menjelaskan tak akan membiarkan pihak yang mencaci ataupun medelegitimasi presiden yang masih secara sah menjabat hingga Oktober 2019 nanti.
Presiden yang dimaksud Wiranto itu tak lain adalah Jokowi.
"Tidak bisa dibiarkan rongrongan terhadap negara yang sedang sah, bahkan cercaan, makian, terhadap presiden yang masih sah sampai nanti bulan Oktober tahun ini masih menjadi Presiden. Itu sudah ada hukumnya, ada sanksinya," ujar Wiranto.
Hiruk-pikuk Pilpres 2019 belum berakhir. KPU masih melakukan penghitungan manual berjenjang, muncul lagi isu hangat.
Rocky Gerung termasuk yang getol menolak keberadaan tim ini.
"Berkuasa Itu Melelahkan, Istirahatlah," demikian status terbaru Rocky Gerung di akun twitter @rockygerung
Tim asistensi hukum yang dibentuk Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sudah mulai efektif bekerja.
Pada Kamis (9/5/2019), Wiranto memimpin rapat yang dihadiri oleh para pakar dalam tim tersebut.
Baca: Pernah Beda Pilihan, Ustadz Abdul Somad & Yusuf Mansur Satu Panggung di Hijrah Fest 2019 Senayan
Baca: Punya Tato dan Kini Pakai Hijab Benarkah Melly Goeslaw Muallaf? Awal Ramadan, Konser Demi Palestina
"Sudah dibahas semuanya tadi oleh pakar hukum yang kita kumpulkan untuk membantu menelaah menilai melakukan evaluasi apakah aksi yang meresahkan masyarakat itu masuk kategori yang mana, pasalnya berapa, mau diapakan," kata Wiranto kepada wartawan usai rapat.
Ternyata pembentukan tim ini menuai pro dan kontra.
Kritik salah satunya datang dari pengamat politik Rocky Gerung.
Dalam kicaunnya Rocky menyindir dengan mengibaratkan negara tengah mengancam warga negaranya sendiri.