Kredit Investasi Kencang di Awal Tahun, Tembus Rp 1.327,8 Triliun di Februari

Nah, bila dirinci berdasarkan jenis kreditnya, memang kredit perbankan masih didominasi oleh kredit modal kerja (KMK).

Kredit Investasi Kencang di Awal Tahun, Tembus Rp 1.327,8 Triliun di Februari
int
ilustrasi investasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Awal tahun 2019, pertumbuhan kredit perbankan sudah mulai melesat naik menyentuh dua digit. Data analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) per Februari 2019 mencatatkan total kredit perbankan sudah tumbuh 12% secara year on year (yoy) menjadi Rp 5.254,7 triliun.

Nah, bila dirinci berdasarkan jenis kreditnya, memang kredit perbankan masih didominasi oleh kredit modal kerja (KMK) dengan realisasi mencapai Rp 2.401,5 triliun alias 45,7% dari total kredit secara industri.

Namun, jenis kredit investasi (KI) tercatat tumbuh paling tinggi di dua bulan pertama 2019 dengan pertumbuhan mencapai 13,4% secara yoy menjadi Rp 1.327,8 triliun.

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan KMK yang naik 12,9% yoy dan kredit konsumsi (KK) yang tumbuh melambat sebesar 9,5% yoy di bulan Februari 2019.

Baca: Bank Indonesia Dorong Ekosistem Ekonomi Digital, Ini Alasannya

Baca: Fintech Rajai e-Money Berbasis Server

Sejumlah perbankan mengamini kalau di tahun ini peluang peningkatan kredit investasi masih cukup terbuka. Walau ada kecenderungan melambat lantaran banyak pelaku usaha terutama investor yang menahan diri sambil menunggu kondisi ekonomi stabil.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membocorkan per Maret 2019, kredit investasi BTN mampu tumbuh di atas 18% secara tahunan.

Pertumbuhan sejalan pula dengan kenaikan kredit BTN secara total yang tumbuh di atas 19% di kuartal I tahun ini.

Direktur Resiko, Strategi dan Kepatuhan BTN, Mahelan Prabantarikso, Rabu (10/4/2019) memproyeksikan tahun ini pihaknya mampu memupuk pertumbuhan kredit investasi hingga berkisar antara 18-20%.

"Pada kuartal II tahun ini diperkirakan kredit investasi akan mengalami perlambatan. Mengingat para investor yang biasanya akan wait and see terkait Pilpres yang akan dilaksanakan bulan ini," katanya.

Baca: OJK Ajak Pergadaian Swasta Urus Izin

Baca: Parepare Keciprat Bantuan Pertanian dari Kementan

Sektor yang masih menjadi andalan dan potensial untuk kredit investasi antara lain sektor pariwisata. Sebab, menurutnya selama ini banyak pengajuan kredit investasi melalui BTN yang digunakan untuk membangun hotel, restoran, dan guest house.

Halaman
12
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved