Fintech Rajai e-Money Berbasis Server

Sejak Januari-Februari 2019 saja, transaksi uang elektronik secara keseluruhan telah mencapai Rp 11,78 triliun.

Fintech Rajai e-Money Berbasis Server
internet
ilustrasi e-money 

TRIBUN-TIMUR.COM - Meski baru seumur jagung, financial technology (fintech) mulai bersaing dengan perbankan, terutama dalam segmen transaksi uang elektronik (e-Money) berbasis server.

Uang elektronik dibedakan menjadi dua jenis, yakni berbasis cip dan berbasis server.

“Untuk yang berbasis server memang 99,8% pasar dikuasai oleh nonbank, sedangkan sisa 0,2% baru dikuasai bank,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, baru-baru ini.

Sementara untuk uang elektronik berbasis cip, pangsa pasar memang masih dikuasai perbankan sebesar 83,3%. Sementara sisa 16,7% baru dikuasai nonbank.

Baca: Otoritas Jasa Keuangan Catat Pinjaman Fintech Tembus Rp 28,36 Triliun

Baca: OJK Ajak Pergadaian Swasta Urus Izin

Lembaga nonbank disebutkan juga memiliki lebih banyak pengguna dan nominal dalam satu kali transaksinya (ticket size).

“Pengguna uang elektronik nonbank mencapai 113,5 juta, sementara dari bank sebanyak 60,3 juta. User nonbank juga punya ticket size yang lebih besar dengan rata-rata Rp 33 ribu, sedangkan user bank hanya Rp 13 ribu,” ungkapnya.

Ticket size lembaga nonbank lebih besar lantaran transaksi lebih banyak dilakukan untuk belanja ritel. Sedangkan uang elektronik dari bank lebih banyak digunakan untuk kebutuhan transportasi.

Filianingsih tak merinci berapa volume maupun transaksi uang elektronik yang dilakukan perbankan maupun nonbank.

Baca: Lawan Fintech, Perbankan Andalkan Agen Laku Pandai

Baca: Akademisi: Pemerintah-Maskapai Setengah Hati, PHRI: Okupansi Turun

Sementara dari data bank sentral, sejak Januari-Februari 2019 saja, transaksi uang elektronik secara keseluruhan telah mencapai Rp 11,78 triliun.

Sedangkan sepanjang 2018 lalu, tercatat transaksi uang elektronik mencapai Rp 47,19 triliun, melonjak 281,39% (yoy) dibandingkan 2017 dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,37 triliun.

Hingga Maret 2019, dari catatan BI sudah ada 36 penerbit uang elektronik berbasis server. Sebelas penerbit berasal dari perbankan. Sedangkan 25 penerbit lainnya adalah dari lembaga non bank.(anggar septiadi)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "Fintech Merajai Uang Elektronik Berbasis Server, Bank Hanya 0,2%"

Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved