BI Longgarkan Likuiditas, Bank Tak Ubah Target

Tujuannya agar perbankan dapat ruang likuiditas lebih luas, sehingga penyaluran pembiayaan dapat tumbuh sesuai target BI di kisaran 10-12%.

BI Longgarkan Likuiditas, Bank Tak Ubah Target
shutterstock
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bank Indonesia (BI) melonggarkan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) dari 80-92% menjadi 84-94%.

Tujuannya agar perbankan dapat ruang likuiditas lebih luas, sehingga penyaluran pembiayaan dapat tumbuh sesuai target BI di kisaran 10-12%.

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Panji Irawan, Senin (1/4/2019) mengatakan guna menjaga level RIM seperti ditetapkan BI, pihaknya berencana menerbitkan obligasi korporasi 500 juta dollar AS hingga 1 miliar dollar AS dalam waktu dekat.

Penerbitan obligasi ini untuk memenuhi kebutuhan tambahan pendanaan perseroan di luar dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan mencapai 2 miliar dollar AS.

Baca: Spektakuler, Jokowi-JK Membalikkan Posisi dari Importir Menjadi Eksportir dan Berantas Mafia Pangan

Baca: Tinjau MNP, Menteri Perhubungan Minta Pelindo IV Persingkat Waktu Antrean

Sementara sisanya akan dipenuhi melalui instrumen pendanaan lain. Namun ia mengaku relaksasi RIM tak serta merta akan mendongkrak pertumbuhan kredit.

“Tahun 2019 Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit masih tetap di antara 12-13%,” ujarnya, baru-baru ini.

Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Haru Koesmahargyo juga mengatakan sejauh ini BRI belum berencana merevisi target dalam RBB 2019. Per Desember 2018, RIM BRI dikisaran 88,5%.

Baca: OJK Bubarkan Tiga Dana Pensiun, Zulmi: Sulsel Belum Ada

Baca: Triwulan Pertama, Muamalat Cabang Makassar Catat 3.200 Nasabah Baru

Meski demikian, dalam beberapa tahun ke depan, BRI akan terus memupuk pendanaan di luar DPK dengan penawaran umum berkelanjutan bernilai total Rp 20 triliun.

Bank Kecil Pacu Obligasi

Menyambut relaksasi RIM, bank kecil yang masuk Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU)I dan II akan memacu penempatan dana pada surat berharga.

“Kami menyambut baik relaksasi RIM oleh BI dan berharap dapat membantu pertumbuhan pembiayaan perseroan. Di sisi lain kami juga terus memantau kemungkinan penempatan dana di obligasi korporasi,” kata Direktur Keuangan PT Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra, Senin (1/4/2019).

Hal serupa juga terjadi di PT Bank Mayora. Hingga akhir 2018, penempatan dana perseroan di surat berharga tercatat Rp 505,38 miliar. Turun 19,51% (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp 628,65 miliar.(*)

Berita ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "Pelonggaran Likuiditas Agar Kredit Deras".

Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved