Pemilu 2019

Bawaslu Enrekang: Seluruh Kecamatan Rawan Politik Uang dan Kampanye Hitam

Bawaslu Enrekang mulai memetakan potensi kerawanan Pemilu 2019 di Kabupaten Enrekang.

Bawaslu Enrekang: Seluruh Kecamatan Rawan Politik Uang dan Kampanye Hitam
Asiz Albar
Ketua Bawaslu Enrekang, Uli Nuha 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Beragam potensi kerawanan pun mulai mengintai.

Untuk itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Enrekang mulai memetakan potensi kerawanan Pemilu 2019 di Kabupaten Enrekang.

Menurut Ketua Bawaslu Enrekang, Uli Nuha, Politik Uang dan kampanye hitam adalah dua pelanggaran yang paling potensi terjadi dalam Pemilu 2019.

Baca: Pangdam Batalkan Kunjungan ke Enrekang

Baca: Polres Selayar Siap Laksanakan Millennial Road Safety Festival

Baca: Delapan Sirine Peringatan Tsunami Diusulkan Dipasang di Pesisir Pantai Palu

Hal itu tentu dapat menciderai terwujudnya semangat demokrasi yang berkualitas dalam Pemilu 2019.

Yang dapat berakibat munculnya konflik dan gesekan antar pendukung, itu dapat dilihat dari perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg.

"Kita sudah petakan potensi kerawanan, politik uang dan kampanye hitam hal yang paling rawan karena dapat memicu suasana tidak stabil jelang pemilu," kata Uli Nuha, Jumat (15/3/2019).

Uli menambahkan, pemetaan yang dilakukannya mencakup lintas sektoral termasuk data dari penegak hukum.

Daro pemetaan itu diketahui semua kecamatan di Kabupaten Enrekang terindikasi rawan Pemilu.

Sementara Komisioner Bawaslu Enrekang, Akhmad Saleh, mengatakan potensi rawan terbesar terutama pada pertarungan DPRD kabupaten/kota.

Sedangkan, untuk Pilpres, Pileg DPR RI dan provinsi potensi kerawanananya masih relatif rendah.

Meski begitu, ada tantangan yang harus dipecahkan yakni kesulitan pengawasan optimal karena kondisi geografis Enrekang yang didominasi pegunungan.

Apalagi, daerah yang pelosok yang tidak terdapat jaringan atau blank spot, tentu akan menyulitkan pengawasan.

"Jadi kami akan intensifkan patroli malam semua pengawas di lapangan, termasuk pemantauan kampanye hitam di medsos serta politik uang di masa tenang nantinya karena disitu titik paling rawan;" ujarnya.
(tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com @whaiez

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved