Wakil Bupati Sinjai Minta Aparat Desa Ketahui Visi Misinya

Saat di Kecamatan Sinjai Timur, Kartini berharap kepada seluruh aparat desa agar juga ikut peduli terhadap kondisi warga miskin.

Wakil Bupati Sinjai Minta Aparat Desa Ketahui Visi Misinya
Samba/Tribun Timur
Wakil Bupati Sinjai beri pengarahan kepada para peserta Musrenbang di Kantor Camat Sinjai Tengah, Senin (3/11/2019). 

TRIBUN-SINJAI.COM, SINJAI UTARA - Wakil Bupati Sinjai, A Kartini Ottong berharap seluruh aparat desa di Sinjai memahami visi misinya bersama A Seto Gadhista Asapa.

Kartini menegaskan kepada para aparat desa penting memahami visi misi mereka agar dalam menyusun program pembangunan di desa dapat menyinkronisasi pembangunan kabupaten dan desa.

"Kita berharap agar pemerintah desa memahami visi misi kami agar pembangunan daerah di desa bisa terarah dengan baik," kata Kartini Ottong di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Sinjai Tengah di Aula Kantor Camat Sinjai Tengah, Senin (11/3/2019).

Baca: Wakil Bupati Sinjai Ingin Aparatnya Proaktif Tangani Warga Miskin

Kartini berharap, dalam Musrenbang itu masyarakat tidak hanya mengusulkan program fisik saja namun lebih kepada program non fisik seperti pemberdayaan masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia sesuai dengan visi bupati.

Dijelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 -2023 terdapat 83 program yang telah ditetapkan dan disetujui pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

Saat di Kecamatan Sinjai Timur, Kartini berharap kepada seluruh aparat desa agar juga ikut peduli terhadap kondisi warga miskin di desanya masing-masing.

Baca: Sekertaris DPW Nasdem Sulbar: Beri Ruang Rakyat Memilih Tanpa Disuguhi Hoaks

Kepala desa diharapkan memiliki kepekaan sosial dengan peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakatnya yang membutuhkan perlindungan dan bantuan agar tidak terlantar.

Camat Sinjai Tengah M Jufri menyampaikan masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui bahwa sekarang sudah ada anggaran desa yang dapat membiayai kegiatan - kegiatan seperti posyandu, pos kamling, jalan desa.

"Kebutuhan masyarakat seperti itu dapat di masukkan dalam anggaran desa dan di laporkan ke kecamatan selanjutnya dimasukkan dalam APD desa," kata Muh Jufri.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved