Perkara Kota Idaman Pattallassang, Sekda Gowa: Kami Sudah Berupaya Menagih

Sekretaris Kabupaten Gowa, H Muchlis mengatakan Pemkab Gowa telah berupaya memperjuangkan lahan pembangunan Kota Idaman Pattallassang.

Perkara Kota Idaman Pattallassang, Sekda Gowa: Kami Sudah Berupaya Menagih
ari maryadi/tribungowa.com
Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis dimintai keterangan usai penggeledahan polisi di ruang kerjanya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Sekretaris Kabupaten Gowa, H Muchlis mengatakan Pemkab Gowa telah berupaya memperjuangkan lahan pembangunan Kota Idaman Pattallassang.

Menurut Muchlis, Pemkab Gowa selama ini berupaya menagih hasil kesepakatan dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV terkait kesepakatan tukar guling lahan seluas 319 hektare.

"Kami Pemkab Gowa telah menjalankan peran menagih proses tukar guling yang disepakati dengan PTPN di Polda agar bisa terwujud," kata Muchlis, Sabtu (9/3/2019).

Baca: Ketua Bawaslu Jeneponto Lantik Tiga Panwaslu Kecamatan Hasil PAW, Ini Nama-namanya

Baca: Pemkab Luwu Belum Bayarkan Gaji Bidan Desa PTT Terangkat PNS 2018 Lalu, Ini Upaya Wabup

Baca: Lowongan Kerja BUMN untuk SMA dan S1 Semua Jurusan Login & Buat Akun di rekrutbersama.fhcibumn.com

Menurut Muchlis, kesepakatan menyebutkan, lahan yang diklaim oleh PTPN akan diganti di Kecamatan Parangloe. Ia mengaku senantiasa menagih hasil kesepakatan tersebut.

Akan tetapi, proses tukar guling tersebut masih belum terwujud. Polres Gowa telah menemukan fakta adanya transaksi jual beli kavling-kavling dengan harga Rp26ribu permeter persegi.

Hingga saat ini, para pembeli tersebut belum mengetahui posisi tanah masing-masing serta belum menerima sertifikat atas tanah yang telah dibeli.

Menurut Muchlis, polisi telah memeriksa Sahrial selaku perwakilan PT Sinar Indonesia Properti (PTSIP). PTSIP adalah pihak yang memperoleh izin prinsip atas tanah-tanah di Pattallassang.

"Beberapa dokumen proses pengalihan hak dari PT SIP ke beberapa orang yang membeli sempat dititip ke saya, dokumen itu yang diminta polisi," sambung Muchlis.

Selain itu, polisi juga menyita surat pengalihan hak beserta arsip yang ada di Pemkab Gowa terkait dengan surat izin prinsip PT SIP untuk pengembangan Kota Idaman di Pattalassang.

Muchlis mengaku menghormati langkah polisi yang melakukan penggeledahan di ruang kerjanya. Menurutnya, penggeledahan itu merupakan domain polisi selaku aparat penegak hukum.

Diketahui, polisi yang melakukan penggeledahan selama tiga jam menyita dokumen yang diangkut dalam box. Polisi juga mengangkut sebuah mesin printer dari ruang kerja Sekda Gowa.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:
A

A

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved