Hindari Kapal Kelebihan Penumpang dan Muatan, Dishub Pangkep Pantau Dermaga Pangkajene Tiap Hari

Petugas Dinas Perhubungan Pangkep setiap hari memantau kapasitas penumpang dari kapal-kapal yang bersandar di Dermaga Pangkajene.

Hindari Kapal Kelebihan Penumpang dan Muatan, Dishub Pangkep Pantau Dermaga Pangkajene Tiap Hari
TRIBUN TIMUR/MUNJIYAH DIRGA GHAZALI
Para pemilik kapal di Dermaga Pangkajene yang belum diberikan aplikasinya oleh Dishub Pangkep, Jumat (8/4/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Petugas Dinas Perhubungan Pangkep setiap hari memantau kapasitas penumpang dari kapal-kapal yang bersandar di Dermaga Pangkajene.

Tujuan pemantauan agar kapal tidak kelebihan muatan dan dapat berlayar dengan nyaman hingga selamat sampai tujuan.

Selain itu, pemantauan kapasitas penumpang pada kapal-kapal sudah diatur dalam aturan Dishub melalui surat imbauan yang diberikan.

"Mereka sudah diimbau dan diberikan surat agar tidak melebihi kapasitas penumpang. Selama ada imbauan dan surat itu pemilik kapal sudah memperhatikan," kata  Koordinator Dermaga Pangkajene Dishub Pangkep, Muh Irsal di Pangkajene, Jumat (8/3/2019).

Baca: VIDEO: Cuaca Ekstrem, Harga Sewa Kapal di Dermaga Pangkajene Pangkep Tetap Stabil

Baca: Segini Biaya Retribusi Parkir Kapal di Dermaga Pangkajene, Dishub: Masih Banyak Kapal Tidak Bayar

Irsal menambahkan untuk memantau aktivitas di Dermaga Pangkajene dia tidak libur dan benar-benar harus bekerja agar tidak ada masalah di Dermaga Pangkajene tersebut.

"Kalau disini bukan cuma retribusinya, tetapi lihat juga muatan penumpang. Kalau kelebihan muatan kita tegur, namun pada umumnya pemilik kapal sudah tahu aturannya," ujarnya.

Aturan kapasitas penumpang bagi pemilik kapal sudah dijalankan, begitupun dengan pemuatan barang-barang yang dibeli dan dibawa ke pulau mereka.

"Jadi tiap hari ada 20 sampai 25 kapal yang diawasi kapasitas penumpangnya, termasuk barang-barang yang mereka naikkan di kapal itu harus sesuai, seperti kalau roda dua itu hanya boleh dua, terus lemari dan kursi," katanya.

Kesadaran untuk memenuhi aturan Dishub sudah mulai dipahami pemilik kapal, meski ditengah perjalanan jika ombak besar datang para penumpang harus rela barang-barangnya dibuang ke laut demi. menyelamatkan nyawa mereka.

"Biar berharga itu barang-barang dibuangji ke laut kalau ombak besar, daripada penumpang yang dibuang. Contohnya es balok yang dibawa itu langsung saja ditumpah, demi keselamatan penumpang. Rata-rata pemilik kapal menyesuaikan dan memprediksi kondisi cuaca," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved