Segini Biaya Retribusi Parkir Kapal di Dermaga Pangkajene, Dishub: Masih Banyak Kapal Tidak Bayar

Biaya retribusi parkir kapal di Dermaga Pangkajene, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel senilai Rp 2.750.

Segini Biaya Retribusi Parkir Kapal di Dermaga Pangkajene, Dishub: Masih Banyak Kapal Tidak Bayar
Munjiyah Dirga Ghazali
Puluhan kapal di Dermaga Pangkajene, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel membayar retribusi senilai Rp 2.750,- perhari, Jumat (832019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Biaya retribusi parkir kapal di Dermaga Pangkajene, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel senilai Rp 2.750. 

Pihak Dinas Perhubungan Pangkep setiap hari selalu menagih jika kapal telah bersandar di pukul 08.00 hingga pukul 11.00 Wita.

Biaya retribusi parkir kapal tersebut masuk di dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dishub Pangkep dan sudah 20 tahun nilai biaya retribusi masih seperti itu.

Kepada TribunPangkep.com, ditemui di Dermaga, Koordinator Dermaga Pangkajene Dishub Pangkep, Muh Irsal mengaku meski biaya retribusi dengan jumlah seperti itu, masih banyak pemilik kapal yang tidak membayar.

Baca: Air PDAM di Perumahan BTN Polri Pangkep Belum Mengalir, Warga Manfaatkan Air Hujan

Baca: Proyek Gagal Tender Pemkab Pangkep Tahun 2018 Ini Ditender Ulang

"Itu harga segitu sudah 20 tahun belum diubah nilainya, tetapi tetap saja masih banyak pemilik kapal yang tidak membayar retribusi parkir kapal padahal itu sudah ada dalam aturan," ujarnya.

Menghadapi para pemilik kapal kata Irsal harus ekstra sabar, apalagi berkaitan dengan penagihan retribusi.

"Haruspi sabar orang, biasa kita tagih dari ujung dermaga yang pemilik kapal dari pulau-pulau dekat seperti Karangrang, Podang-podang, Kulambing, Balanglompo, Balangcaddi dan Samatellu serta pulau terdekat lainnya. Sementara pulau terjauh Kalmas dan Tangayya juga kita tagih," jelasnya.

Dia menambahkan, setiap hari ada 20 sampai 25 kapal bersandar di Dermaga Pangkajene dan harus ditagih.

"Ada juga pemilik kapal yang merapel pembayarannya tiga haripi baru nabayar, kami paham juga dengan kondisi mereka jadi tetap kita ambil karena itukan retribusi," katanya.

Dia berharap para pemilik kapal memahami aturan karena PAD Pangkep ini juga dipakai untuk membangun sarana dan prasarana pembangunan di tiga wilayah dimensi termasuk kepulauan Pangkep.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Baca: Pemkab Pangkep Bentuk Tim Pantau Warkop dan Pasar di Jam Kerja ASN

Baca: Tahun Ini, 120 Proyek di Pangkep Akan Dilelang, ULP Tunggu RPP

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved