Kasus Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Kejari Polman Jebloskan Tersangka Keempat

Kejari Polewali Mandar (Polman) kembali menahan tersangka baru kasus dugaan penggelapan dana Koperasi.

Kasus Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Kejari Polman Jebloskan Tersangka Keempat
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Suasana pemeriksaan di ruang Kasi Pidsus Kejari Polman sebelum penahanan tersangka keempat kasus penggelapan dana koperasi, Senin (4/3/2019). 

TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar (Polman) kembali menahan tersangka baru kasus dugaan penggelapan dana Koperasi.

Tersangka yang baru saja ditahan berinisial BB. Ia merupakan tersangka keempat dalam kasus penggelapan bantuan Koperasi dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) ini.

Kasi Pidsus Kejari Polman, Faldy A Syafaa menjelaskan, tersangka keempat berstatus sekretaris di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sulawesi Barat (Sulbar). Ia ditahan selama 20 hari sejak 4 Maret 2019.

Baca: Undata Palu Catat 74 kasus DBD Dalam Dua Bulan, 3 Meninggal Dunia

Baca: Jadwal MotoGP 2019 Qatar Pekan Ini Live Trans 7, Berikut Analisis 4 Tim Siapa Peluang Juara?

Baca: Lima Bulan Berlalu, Atlet Porda Bantaeng Belum Terima Bonus

"Jadi mulai 4 Maret sampai 24 Maret," jelas Fadly A Syafaa, Selasa (5/3/2019).

Dijelaskan, sebelumnya tiga tersangka lebih dulu ditahan oleh Kejari Polman. Diantaranya, Ketua dan Sekretaris KSP Sulbar berinisial MA dan DS. Serta Ketua KSP Sulbar berinisial RL.

Perkara penggelapan dana koperasi ini bermula saat pengucuran dana dari LPDB sebesar Rp7M miliar untuk KSP Sulbar. Namun ternyata, sebagian dana tersebut malah ditransfer dari KSP Sulbar ke KSP Metro.

Penggelapan dana tersebut telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp5 miliar.

Dalam kasus ini, tersangka keempat BB mendapat perintah dari Ketua KSP Metro MA untuk mencari kooperasi yang di Polewali.

Koperasi yang ditemukan itu diberi nama KSP Sulbar. BB bertindak selaku Sekretaris koperasi tersebut dan RL sebagai ketuanya.

BB dan RL lalu mengusulkan permohonan dana ke LPDB. Berkas permohonan dana yang diajukan diduga kuat fikti.

Halaman
12
Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved