Kondisi SD Transisi Petobo Sulteng, Siswa 5 Sekolah Digabung Dalam 13 Ruang Kelas
Sekolah Dasar (SD) Transisi Petobo dibangun untuk anak-anak penyintas korban gempa dan Likuifaksi di Kelurahan Petobo
TRIBUNPAAU.COM, PALU – Sekolah Dasar (SD) Transisi Petobo dibangun untuk anak-anak penyintas korban gempa dan Likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Sulteng.
Dengan kondisi bangunan SD yang darurat, tentu proses pembelajaran tidak maksimal.
Sekolah yang berada tepat di simpang empat Jalan Suharto dan Jalan Kebun Sari itu dibangun untuk memberikan tempat sekolah.
Baca: Malam Munajat 212 - Titiek Soeharto Shalat Magrib di Monas, Prabowo Bakal Hadir?
Baca: Ditetapkan Tersangka, Ini Fakta dan Sepak Terjang Slamet Maarif Ketua PA 212
Baca: Relawan Jokowi Mania Nyaris Adu Jotos dengan Ketua Alumni 212 Novel Bamukmin Saat Live di Televisi
Siswa sebanyak 600 orang harus berdesak-desakan dalam 13 ruang kelas.
Ruang guru dan ruang kepala sekolah pun hanya menggunakan 1 ruangan. Pada di sekolah itu ada 5 Kepala Sekolah dan beberapa tenaga pengajar.
Sabtu (23/2/2019), kondisi bangunan sudah mulai bolong di beberapa bagian.
Seperti dinding ruangan kelas 2 SD Transisi Petobo, dinding yang berada tepat di samping pintu masuk bolong. Ukurannya, bisa dilewati orang dewasa.
Selain 14 ruangan, di sekolah transisi itu juga terdpat 3 toilet umum serta musalah, untuk mendukung aktivitas siswa dan guru.
Adit, salah seorang siswa kelas IV SD Transisi Petobo mengatakan, mereka sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
“Kami masuk pagi pulang nanti jam 11.00 siang,” ujarnya.
Saat ini, di bagian belakang lokasi SD Transisi Petobo itu sedang dibangun setidaknya 5 gedung darurat baru untuk anak-anak penyintas.
Setiap gedungnya terdiri dari 4-6 ruangan. (tribunpalu.com/Muhakir Tamrin)
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :
Follow juga akun instagram tribun-timur.com:
A