Dugaan Suap Pencairan Anggaran Rp 49 Miliar, Kejati Bakal Panggil Bupati Bulukumba

Penyidik Bidang Pidana Khusus selanjutnya akan menyelidiki bukti permulaan ini. Jika dua alat bukti sudah cukup, maka kasus ini bakal

Dugaan Suap Pencairan Anggaran Rp 49 Miliar, Kejati Bakal Panggil Bupati Bulukumba
hasan/tribun-timur.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Tarmizi 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik  Kejaksaan Tinggi Sulselbar sudah menemukan adanya titik terang dalam
kasus dugaan suap  Kementerian PUPR untuk pencairan anggaran DAK pembangunan proyek saluran irigasi di  Bulukumba.

"Dari hasil operasi intelijen ditemukan ada indikasi perbuatan pidana. Hasil Intelijen itu kita akan melanjutkan penyelidikanya di bagian pidana khusus," Kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Tarmizi, Jumat (15/2/19).

Penyidik Bidang Pidana Khusus selanjutnya akan menyelidiki bukti permulaan ini. Jika dua alat bukti sudah cukup, maka kasus ini bakal ditingkatkan ke penyidikan.

Kata Tarmizi, ketika sudah naik ditahap proses penyidikan, barulah Kejaksaan mencari siapa yang bertanggungjawab dalam proyek untuk ditetapkan sebagai tersangka.

"Batas waktu penyelidikan di Pidsus selama 30 hari baru ditingkatkan ke penyidikan," jelasnya.

Menurut Tarmizi, siapa pun yang mengetahui dan bertanggungjawab dalam proyek itu bakal dipanggi untuk dimintai keterangan. Termasuk, Bupati Bulukumba.

Sekedar diketahui kasus ini muncul ketika seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Disdik) Bulukumba  Andi Ichwan memposting status di FB.

Status trsebut yang sempat viral di media sosial facebook beberapa waktu lalu, setelah ia mengunggah status pengakuan suapnya ke Kementerian PUPR untuk pencairan anggaran DAK senilai Rp 49 Miliar.

Dua hari sebelumnya,  dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung  Rabu, (23/1/2019), Akbar Faizal memint Jaksa Agung M Prasetyo segera tuntaskan kasus dugaan korupsi suap dalam rencana pembangunan proyek saluran irigasi di  Bulukumba.

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved