Nelayan Polman Tewas Kena Bom Ikan, Ini Permintaan Pemerhati Lingkungan

Pemerhati lingkungan, Yusrie mengaku miris atas kejadian tersebut. Bahan peledak yang dilarang penggunaannya memakan korban jiwa.

Nelayan Polman Tewas Kena Bom Ikan, Ini Permintaan Pemerhati Lingkungan
Yusri Mampie
Yusri Mampie (kiri) 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Rijal, nelayan Pulau Battoa, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) meninggal akibat ledakan bom ikan.

Warga Timorang, Dusun Lendang, Desa Pulau Battoa, Kecamatan Binuang itu terkena ledakan bom saat mencari ikan di perairan Pulau Battoa, Selasa (12/2/2019) sore.

Pemerhati lingkungan, Yusrie mengaku miris atas kejadian tersebut. Bahan peledak yang dilarang penggunaannya memakan korban jiwa.

Menurutnya, disisi lain hal itu membuktikan masih banyak nelayan yang menggunakan bahan peledak saat mencari ikan.

Ia berharap, kepolisian dan instansi terkait bertindak tegas. Bom ikan dinilai sangat membahayakan bagi nelayan. Begitupun ekosistem laut.

Ia meminta, dilakukan patroli laut secara rutin. Minimal sekali sepekan.

"Kalau petugas aktif patroli, kurang-kurang lagi aktivitas begitu (pengebom ikan)," ucap Yusrie, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, pihak terkait jangan menunggu laporan baru bertindak.

Kata Yusrie, pengeboman ikan sangat marak di laut Mampie Desa Galeso dan Kecamatan Campalagian. Bahkan nelayan pengebom ikan beraksi tiga kali sepekan.

"Saya sendiri biasa lihat," katanya.

Menanggapi hal itu, Kasat Polair Polres Polman, AKP Jubaidi berjanji meningkatkan patroli laut di perairan Polman.

Pihaknya juga akan memassivkan razia dan sosialisasi untuk mencegah aktivitas pengeboman ikan. (Tribunpolman.com)

Laporan wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Penulis: edyatma jawi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved