Lestarikan Tradisi, Legislator Perempuan PAN Bulukumba Sambangai Pembuatan 'Bossara' di Dampang

Sebagai seorang perempuan, Hj Nuraidah menyebut kegiatan tersebut positif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya emak-emak.

Lestarikan Tradisi, Legislator Perempuan PAN Bulukumba Sambangai Pembuatan 'Bossara' di Dampang
firki/tribuntimur.com
Legislator PAN Bulukumba, kunjungi pembuatan Bossara di Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Minggu (10/2/2019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU -Bossara atau penutup makanan khas Bugis-Makassar, sering kita jumpai dalam acara atau pesta adat.

Umumnya, bossara memiliki bentuk yang bundar, mirip dengan topi atau songkok haji yang bagian atasnya lancip atau mengerucut.

Baca: Baru Lima Hari Dekat, Mantan Ketua Ipmah Bontobahari Bulukumba Persunting Tetangga

Baca: TRIBUNWIKI: Awalnya Cabang Pramuka Belanda, Ini Sejarah Kepramukaan Indonesia

Di Bulukumba, salahsatu lokasi tempat pembuatan penutup makanan tradisional itu, berada di Desa Dampang, Kecamatan Gantarang.

Hal tersebut dikelola oleh ibu-ibu desa yang belum memiliki nama kelompok usaha.

Anggota DPRD Bulukumba dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hj Nuraidah, menyempatkan diri untuk mengunjungi langsung lokasi pembuatan Bossara tersebut, Minggu (10/2/2019).

Baca: Daftar Lengkap Formasi PPPK atau P3K & Alur Pendaftaran Tahap 1 di sscasn.bkn.go.id, Cek Disini!

Sebagai seorang perempuan, Hj Nuraidah menyebut kegiatan tersebut positif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya emak-emak.

Harapannya, agar para emak-emak ini dapat memanfaatkan kekosongan waktu dengan hal-hal yang positif.

"Ibu-ibu tidak lagi berkumpul dengan tujuan hanya ingin bergosip, tetapi kita berharap ibu-ibu itu berkumpul untuk melahirkan karya yang bermutu dan dapat bermanfaat bagi masyarakat, salahsatunya dengan membuat Bossara," ujar Hj Nuraidah yang kembali maju sebagai Caleg PAN Bulukumba Dapil Gantarang-Kindang.

Baca: Pesawat di Bandara Makassar Berkurang 80 Per Hari, Fahri Hamzah Colek Wapres JK Harga Tiket Mahal

Hj Nuraidah menambahkan, kedepannya, pembuatan Bossara di Dampang, bakal dibentuk menjadi Kelompok Usaha Bersama (Kube).

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan untuk pelestarian budaya Bugis-Makassar.

Sekadar diketahui, kunjungan Hj Nuraidah di lokasi pembuatan Bossara di Dampang, didampingi langsung oleh mentor pembuatan Bossara, Fatma.

Baca: PSM Makassar Pastikan Pemusatan Latihan Tak Lagi Berlanjut Hingga Laga Perdana AFC Cup 2019

Fatma merupakan perempuan asal Ganjengnge, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale yang telah lama menggeluti seni pembuatan penutup makanan tradisional tersebut. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, @arisandifirki

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved