IKA Unhas Cabang Belanda Beri Bantuan untuk Korban Banjir Sulsel
“Bantuan berupa donasi uang dari Ikatan Alumni Unhas Belanda ini dikumpulkan dari sumbangan teman-teman yang sebagian besar adalah mahasiswa di Beland
Penulis: Alfian | Editor: Hasrul
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Ika Unhas) Cabang Belanda memberikan bantuan dana untuk korban banjir yang melanda Sulawesi Selatan (Sulsel) pada akhir Januari 2019 lalu.
Donasi bantuan yang dikumpulkan Ika Unhas Cabang Belanda diserahkan perwakilan alumni Unhas Muh Akbar Bahar melalui rekening Bendahara Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca: Anak Pembunuh Orang Tuanya di Sinjai Dimasukkan ke RS Dadi Makassar
Baca: Klik Link ssp3k.bkn.go.id- Cara Daftar PPPK atau P3K 2019: Buat Akun, Registrasi dan Isi Data Diri
Ketua Ika Unhas cabang Belanda Amalia Utami dalam rilis ke Tribun Timur, Minggu (10/2/2019), mengatakan bantuan berupa donasi uang yang terkumpul mencapai Rp 9,85 juta dan diserahkan pada hari Sabtu (9/2).
“Bantuan berupa donasi uang dari Ikatan Alumni Unhas Belanda ini dikumpulkan dari sumbangan teman-teman yang sebagian besar adalah mahasiswa di Belanda," ujar Amalia Utami.
Baca: Lantik Pengurus Baru, IMM Maros Harap Komisiariat Lakukan Ini
Baca: Hasil Survei Pilpres 7 Lembaga: Jokowi-Maruf Menang, Lihat Persentase Kekalahan Prabowo-Sandi
"Walaupun bantuan kami tidak seberapa, tapi Insya Allah berguna untuk membantu masyarakat akibat banjir yang terjadi di beberapa tempat di Sulawesi Selatan," tambahnya.
"Insya Allah IKA Unhas Belanda akan selalu siap berjalan bersama dengan Pemerintah dan rakyat Indonesia,” menurut Amalia Utami selaku Ketua IKA Unhas cabang Belanda, Sabtu (9/2).
Rencananya uang tersebut akan disalurkan kepada korban banjir di Sulawesi Selatan melalui PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan bantuan secara simbolis diterima oleh Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Lies Fachruddin.
Musibah banjir yang terjadi di Sulawesi Selatan, akhir Januari 2019 lalu menyebabkan korban jiwa 59 orang, ribuan rumah rusak, yang menimpa 106 desa di 61 kecamatan dari 13 kabupaten/kota Sulses terdampak banjir dan tanah longsor.(*)