Tuntutan Tak Diakomodir, Warga Mappedeceng Ancam Tutup Bendungan Baliase
Puluhan warga demo di halaman Kantor Bupati Luwu Utara ditemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Suaib Mansur.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Munawwarah Ahmad
Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi
TRIBUN-LUTRA.COM, MASAMBA- Puluhan warga demo di halaman Kantor Bupati Luwu Utara ditemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Suaib Mansur di ruang rapat wakil bupati, Rabu (30/1/2019).
Warga demo menuntut pembuatan pintu air dari Bendung Baliase ke area persawahan mereka yang luasnya sekitar 30 hektare di Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng.
Suaib dihadapan pengunjuk rasa menyampaikan soslusi yang ditawarkan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang terhadapi 30 hektare sawah tersebut.
"Solusi dari balai yakni pengadaan pompa air," kata Suaib.
Solusi tersebut langsung ditolak pengunjuk rasa kemudian memilih keluar dari ruang rapat.
Salah satu pengunjuk rasa, Taufik, mengaku kecewa karena hanya ditemui Kadis PUPR Luwu Utara.
Padahal mereka mengiginkan ada dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yang menemui mereka.
"Kenapa kami dari aliansi tidak diundang pada rapat dengan balai tadi. Kenapa yang diundang hanya kepala desa," kata Taufik.
Pengunjuk rasa mengaku akan menutup Bendungan Baliase karena tuntutan mereka tak diakomodir.
Sekedar untuk diketahui, 30 hektare sawah warga Mappedeceng yang jaraknya hanya ratusan meter dari Bandung Baliase tak teraliri air karena tidak ada pintu air.
Padahal Bendung Baliase diperuntukan untuk mengairi 22 ribu hektare sawah di Luwu Utara.
Lokasi Bendung Baliase berada di perbatas Baliase-Mappedeceng atau hanya ratusan meter dari lokasi 30 hektare sawah warga.
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
Follow juga akun instagram official Kami:
Baca: Hasil dan Cuplikan Gol Liga Inggris, Gugurnya Rekor Manchester United & Manchester City
Baca: Rocky Gerung Sebut Pembebasan Abu Bakar Baasyir Termasuk Deretan Hoax Pemerintahan Jokowi, Kacau