Menikah Oktober Bercerai Desember, Ini Data Kemenag dan PA Wajo 2018

Menurut Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Islam Kemenag Wajo, Muhammad Subhan, rata-rata usia yang melangsungkan

Menikah Oktober Bercerai Desember, Ini Data Kemenag dan PA Wajo 2018
hardiansyah/tribunwajo.com
Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Wajo, Muhammad Subhan. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo mencatat, pada 2018 lalu, ada 3.789 pasangan yang melangsungkan pernikahan.

Menurut Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Islam Kemenag Wajo, Muhammad Subhan, rata-rata usia yang melangsungkan pernikahan di Kabupaten Wajo berkisar 25-27 tahun.

"Ada juga pernikahan anak di bawah umur, tidak banyak, cuma 1 atau 2 saja, kita sudah cegah, tapi Pengadilan Agama kasi dispensasi," katanya kepada Tribunwajo.com, Minggu (20/01/2019).

Diketahui, berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, bahwa minimal usia 19 tahun untuk pasangan laki-laki dan minimal 16 tahun untuk perempuan.

Dua tahun belakangan ini, pihak Kemenag Wajo mengadakan bimbingan pra nikah bagi calon pengantin yang telah terdaftar di KUA setempat. Tujuannya, yakni meminimalisir angka perceraian.

"Tentu kita harapkan para pengantin bisa menjalin rumah tangga yang baik, sakinah mawaddah wa rahmah," katanya.

Di balik angka pernikahan yang tercatat di Kantor Kemenag Wajo tersebut, Pengadilan Agama Sengkang, Wajo, mencatat pada 2018 lalu ada 1.042 pasangan yang bercerai.

Kebanyakan, istri yang menggugat cerai suaminya. Angka cerai talak pada 2018 lalu sebanyak 217 sedang untuk cerai gugat sebanyak 825. Meski demikian, pihak Pengadilan Agama Sengkang enggan membeberkan alasan dari tingginya angka cerai gugat di Kabupaten Wajo tersebut.

Sesuai data 2018, pernikahan paling banyak dilangsungkan bulan Oktober dan perceraian paling banyak terjadi bulan Desember.

Lebih lengkap, lihat perbandingan angka pernikahan dan perceraian dari Januari 2018 - Desember 2018.

- Januari 2018, angka pernikahan mencapai 354, sedang perceraian 33 kasus.
- Februari 2018, angka pernikah 290, sedang perceraian 132 kasus.
- Maret 2018, angka pernikahan 304, sedang perceraian 84 kasus.
- April 2018, angka pernikahan 438, sedang perceraian 65 kasus.
- Mei 2018, angka pernikahan 180, sedang perceraian 92 kasus.
- Juni 2018, angka pernikahan 220, sedang perceraian 57 kasus.
- Juli 2018, angka pernikahan 287, sedang perceraian 88 kasus.
- Agustus 2018, angka pernikahan 198, sedang perceraian 90 kasus
- Sepetember 2018, angka pernikahan 303, sedang perceraian 68 kasus.
- Oktober 2018, angka pernikahan 495, sedang perceraian 109 kasus.
- November 2018, angka pernikahan 426, sedang perceraian 102 kasus.
- Desember 2018, angka pernikahan 294, sedang perceraian 122 kasus.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved