Danny Pomanto Upayakan Solusi Atasi Kemacetan di Jl Pettarani

Namun akibat pengerjaan proyek pembangunan yang memakan waktu sekira 2 tahun tersebut, juga berdampak kemacetan berkepanjangan yang cukup parah.

Danny Pomanto Upayakan Solusi Atasi Kemacetan di Jl Pettarani
Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Danny Pomanto, menerima Nusantara Infrastructure (NI) sekaitan hal ini, di kediaman pribadinya, Jl Amirullah, (18/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan atau Danny Pomanto menilai pembangunan elevated tol road di Jl AP Pettarani adalah hal yang penting.

Namun akibat pengerjaan proyek pembangunan yang memakan waktu sekira 2 tahun tersebut, juga berdampak kemacetan berkepanjangan yang cukup parah.

Sebagai Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengaku berkewajiban untuk segera menemukan solusi kemacetan yang banyak dikeluhkan warganya itu.

Baca: New Avanza dan New Veloz Resmi Mengaspal di Makassar

Baca: Basuki Tjahaja Purnama Ahok Menikah 15 Februari? Lihat Foto-foto Cantiknya Bripda Puput Nastiti Devi

Baca: Peserta JKN-KIS yang Pindah Ruang Perawatan Harus Bayar Selisih Biaya

Hari ini, Danny menerima Nusantara Infrastructure (NI) sekaitan hal ini, di kediaman pribadinya, Jl Amirullah, (18/1/2018).

“Pembahasan kita memberikan evaluasi tentang elevated tol road kita. Pentingnya ini elevated tol road utamanya untuk mengatasi kemacetan di masa yang akan datang. Namun juga harus kita upayakan bagaimana mengatasi dampak kemacetan akibat pengerjaan proyek tersebut saat ini,” pungkas Danny Pomanto.

Terkait itu, wali kota berlatar belakang arsitek ini mengungkapkan, saat ini NI juga menggunakan konsultan dari Jepang, yang memiliki hitungan detik per detik terkait arus lalin dan kemacetan.

“Tadi itu tentang kemacetan, itu yang paling penting bagaimana mencari solusi itu. Saya malah menawarkan solusi ekstrim. Kalau mau belok kita pakai separator apa semua,” katanya.

“Mereka (NI) juga pakai konsultan Jepang melakukan hitungan detik per detik. Namun saya menambahkan adanya penggunaan separator. Hal ini untuk mengantisipasi masih kurangnya kesadaran pengendara mematuhi marka jalan. Jadi kita bikinkan fix jalur,” jelas Danny.

Tinggal beberapa kendala menurut Danny, seperti PLN, PDAM, lapak-lapak, dan reklame di jalur tersebut.

“Saya juga memberi analysis advise bagaimana nanti efek-efek sosial di situ. Siapa tahu kumpul semua anjal itu sehingga harus pasang kamera terintegrasi semua, harus ada pos polisi. Dengan standar-standar yang ada, jangan nanti ditempel-tempel saja,” pungkasnya.

Danny berharap pihak NI bisa mengejar schedule proyek tersebut agar bisa lebih cepat rampung. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved