Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman: Tak Ada Ruang untuk Mafia Pangan!

Kementerian Pertanian atau Kementan RI berhasil mencatatan sejumlah prestasi gemilang di era pemerintahan Presiden Jokowi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman: Tak Ada Ruang untuk Mafia Pangan!
DOK KEMENTAN RI
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di sela-sela acara panen jagung di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/1/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kementerian Pertanian atau Kementan RI berhasil mencatatan sejumlah prestasi gemilang di era pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla atau JK.

Salah satunya adalah keberhasilan melakukan swasembada pangan untuk komoditas strategis seperti beras, jagung, bawang merah, cabai, dan daging ayam.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, capaian tersebut tak lepas dari komitmen pemerintah memberantas mafia pangan.

Menurut Andi Amran Sulaiman, merekalah biang kerok munculnya persoalan-persoalan pangan, terutama terjadinya polemik beras.

"Modelnya mafianya seperti mafia impor, beras oplosan dan pemalsuan pupuk. Anda bayangkan, petani diberikan pupuk palsu, bukan lagi oplosan. Ini kezaliman luar biasa," ujar Andi Amran Sulaiman di sela-sela acara panen jagung, di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/1/2019). 

Oleh karena itu, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa baru di era Jokowi-JK pemberantasan mafia pangan benar-benar masif.

Dia menyebutkan sudah ratusan pelaku mafia pangan yang diproses hukum dan bahkan hingga dipenjarakan.

"Sekitar 409 (mafia pangan) masuk penjara. Kemudian kami blacklist juga perusahaan-perusahaan nakal. Ingat, tak ada ruang buat mafia pangan," kata Andi Amran Sulaiman.

Gencarnya pemberantasan mafia pangan tak lepas dari andil dan tekad Presiden Jokowi.

Menurut Andi Amran Sulaiman, Presiden Jokowi tak mau para petani dizalimi mafia pangan, sebab petani harus dilindungi.

"Karena ulah mereka, petani menderita. Pak Presiden komitmen betul untuk semaksimal mungkin melindungi petani," ujar Andi Amran Sulaiman

"Itu juga yang menjadi semangat saya untuk terus berjuang buat kesejahteraan petani. Mereka tak boleh menderita," kata dia.

Andi Amran Sulaiman juga memuji aparat penegak hukum yang selama ini sudah bersinergi dengan kementerian dan instansi terkait.

Terutama dalam melakukan pengawasan di lapangan. 

"Terima kasih buat Panglima TNI, Kapolri, dan jajarannya, KPPU dan juga Bulog. Tanpa mereka, mustahil program maupun kebijakan pemerintah bisa tercapai," ujar Andi Amran Sulaiman.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved