BPS: September Kemiskinan di Sulbar Bertambah 1,05 Persen

Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu hal yang menarik untuk dikaji, karena disatu sisi menurun, namun disisi yang lain meningkat.

BPS: September Kemiskinan di Sulbar Bertambah 1,05 Persen
nurhadi/tribun timur
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, Win Rizal memimpin pres rilis profil kemiskinan September 2018 di Provinsi Sulawesi Barat, di Aula BPS Jl Marthadinata, Simboro, Mamuju, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawa TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, merilis profil kemiskinan September 2018 di Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (15/1/2019).

Kepala BPS Sulbar, Win Rizal mengungkapkan, secara persentasi, terjadi penurunan kemiskinan di Sulawesi Barat, 0,02 persen jika dibandikan dengan bulan Maret 2018.

Baca: Polman Peraih Piala Adipura Pertama di Sulbar, Ini Kata Ibrahim Masdar

Baca: Polda Sulbar Santuni Murid Kurang Mampu di Timoro Mamasa

Baca: Skill Badang di Mobile Legends Makin Sakit Setelah Rework, Begini Jadinya

Namun secara absolut, lanjut Rizal, justru mengalami penambahan 1,05 ribu orang dibandingkan kondisi Maret 2018.

"Penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan September 2018 mencapai 11,22 persen atau 152,83 ribu orang. Sementara kondisi Maret sebesar 11,25 persen atau 151,78 ribu orang,"kata Win Rizal, usai pres rilis di Aula BPS Sulbar, Jl. Marthadinata, Simboro.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu hal yang menarik untuk dikaji, karena disatu sisi menurun, namun disisi yang lain meningkat.

Baca: 86 Calon Anggota Relawan Demokrasi Lolos Seleksi Administrasi di Pinrang

Baca: Nurdin Abdullah: Gubernur Ehime Jepang ke Sulsel Karena Bupati Luwu Utara

"Kemiskinan turun, tapi jumlah penduduk total naik, artinya ada orang masuk di Sulbar. Nah, ini yang menarik untuk disikapi, memastiakan apa benar orang-orang yang masuk di Sulbar ini, adalah orang-orang yang dibawah garis kemiskinan,"ujarnya.

"Mengapa perlu disikapi, takutnya program penanggulangan kemiskinan digalakkan, tapi yang masuk di Sulbar belum terkena, sehingga penduduk miskin tidak turun,"tambahnya.

Ia mengatakan, hal tersebut sepertinya disebabkan karena Sulbar adalah salah satu daerah sasaran migrasi di Indonesia. Namun, kebanyakan yang bermigrasi adalah orang yang taraf hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Baca: Umrah Paket Itikaf dan Nuzulul Quran Mulai USD 2.500

Baca: Potret Stephanie Poetri Anak Titi Dj yang Mirip Kareena Kapoor, Beda Banget dengan 10 Tahun Lalu

Secara umum, kata dia, sesuai dengan teori ekonomi, kalau seandainya kemiskinannya menurun, tentu akan diikuti penurunan ketimpangan.

"Kalau kemiskinan menururn, artinya pendapatan meningkat. Sehingga yang kayak dan miskin jaraknya tidak terlalu jauh,"tuturnya.

Di Pulau Sulawesi, Sulawesi Barat, menjadi daerah tertinggi ketiga angka kemiskinan 11,22 persen. Sementara yang paling tinggi adalah Gorontalo 15,83 persen.(*)

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

 

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved