Kapan Bawaslu Panggil Gubernur Sulsel? Ini Penjelasan Saiful Jihad

Saiful menambahkan, jika sudah sampai ke tahap penyidikan, maka Gakkumdu akan mengundang terlapor dan pihak-pihak

Kapan Bawaslu Panggil Gubernur Sulsel? Ini Penjelasan Saiful Jihad
ABDUL AZIS
Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Saiful Jihad menjelaskan secara detail terkait tahapan proses kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019 yang dilaporkan oleh salah satu relawan pasangan capres dan cawapres di Bawaslu Sulsel.

"Kami (Bawaslu Sulsel) menerima laporan dari pelapor. Laporan mesti terpenuhi syarat formil dan syarat Materil. Jika laporan belum lengkap syarat formil dan materil, maka diminta dalam waktu 3 hari untuk melengkapinya," tegas Saiful, Jumat (11/1/2018).

Saiful menjelaskan, jika dalam waktu 3 hari tidak dilengkapi, maka laporan tersebut tak bisa diregiater. Namun sebaliknya, jika laporannya sudah lengkap atau syarat formil dan materilnya sudah lengkap, maka laporan itu diregister.

"Tiga hari sejak diregister, kami melakukan pembahasan. 1 dan 2 di pleno Bawaslu untuk selanjutnya memutuskan apakah kasus laporan tersebut bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan," jelas Saiful.

Saiful menambahkan, jika sudah sampai ke tahap penyidikan, maka Gakkumdu akan mengundang terlapor dan pihak-pihak yang dinyatakan sebagai saksi oleh pelapor dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan keterangan.

"Pada tahapan inilah terlapor akan diundang untuk diklarifikasi tentang laporan itu. Hasil klarifikasi, penjelasan ahli (jika dibutuhkan), serta barang bukti lainnya menjadi dasar bagi Gakkumdu untuk menetapkan apakah kasus bisa diteruskan ke penuntutan di pengadilan," katanya.

"Dalam hal mengambil keputusan, apakah akan lanjut ke tahap penuntutan atau tidak, Gakkumdu yang terdiri dari 3 unsur, Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan mesti sepakat. Jika ada salah satunya yang menganggap kasus itu tidak bisa dilanjutkan, maka kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan," tambah Saiful.

Saiful kemudian memberika
n satu contoh. Jika Bawaslu dan kepolisian sudah yakin bahwa kasus itu memenuhi syarat untuk ditindak lanjuti ketahapan penuntutan, namun pihak kejaksaa menganggap belum bisa dan tidak memenuhi syarat, maka kasus tersebut tak bisa dilanjutkan.

"Itulah ketentuan aturan dalam Peraturan Bawaslu," jelas Saiful.

Diketahui, Relawan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiga Salahuddin Uno (PAS) 08 wilayah Sulsel resmi melaporkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ke Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Jumat (11/1/2019).

Selain mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Palopo Judas Amir, dan Bupati Luwu terpilih, Basmin Mattayang juga dilaporkan.

Pelapor adalah Panglima Relawan PAS 08 Sulsel Ryan Latief. Ryan melapor resmi dengan didampingi beberapa anggotanya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved