Sudah Dua Pekan Kapal Nelayan Sapuka Tangayya Pangkep Tertahan, Butuh Makanan

Sudah dua pekan kapal nelayan pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel tertahan di Dermaga Pangkajene.

Sudah Dua Pekan Kapal Nelayan Sapuka Tangayya Pangkep Tertahan, Butuh Makanan
munjiyah/tribun pangkep
Nelayan pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel tertahan di Dermaga Pangkajene, Jumat (3/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunpangkep.com Munjiyah Dirga

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE,- Sudah dua pekan kapal nelayan pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel tertahan di Dermaga Pangkajene.

Selama dua pekan, mereka hanya makan dan tidur seadanya.

Pantauan TribunPangkep.com, di kapal tersebut ada jemuran pakaian pria lima orang ABK dan 1 juragan, ada juga handuk yang digantung, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perlengkapan makan dan tempat tidur seadanya.

Baca: Resmi Diluncurkan di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harga OPPO R17 Pro

Baca: Jalan Rusak Dikeluhkan Warga, Sat Lantas Maros Koordinasi BBPJN

Baca: Cuaca Ekstrem, Harga Hasil Bumi di Parepare Melonjak

Di sisi kanan kapal ada muatan barang seperti jerigen minyak, bahan-bahan bangunan hingga bahan-bahan pokok milik masyarakat kepulauan Liukang Tangayya.

Mie instan dan ikan kering menjadi alternatif menu makanan untuk bertahan hidup sampai benar-benar ombak sudah stabil lagi.

"Kapal ini juga pengangkut ikan kering, saya juga jualan ikan kering seadanya saja pas panen. Tapi kalau begini dipakai makan habis juga bersama mie instan," kata ABK Kapal Cahaya Firman, Bahar Muharram kepada TribunPangkep.com ditemui di Dermaga Pangkajene, Jumat (3/1/2019).

Baca: Dibackup Polda Sulsel, Timsus Polsek Rapocini Amankan Tiga Pelaku Begal

Baca: Masih Ada 13 Calon DPD Belum Mengambil Spanduk di KPU Soppeng

Baca: Pemkab Sinjai Pantau Pusat Keramaian Lewat CCTV

Selama di kapal mereka tidak bekerja, hanya menunggu izin berlayar dari Syahbandar beredar dan dipastikan kondisi ombak yang stabil.

"Maumi diapa kita menunggu saja, cuma kalau ada bantuan makanan selama kami di kapal sangat bersyukur sekali karena persediaan hampir habis, sementara kami belum tahu kapan jadwal berlayar," jelasya.

Baca: Manfaatkan Libur Pelajar, PSC 119 Luwu Timur Laksanakan Sunatan Massal

Baca: VIDEO : Tanggapan Pengunjung Soal Tarif Jembatan Kaca Patung Yesus Buntu BurakeTana Toraja

Baca: Wawali Parepare Pantau Aktivitas Program Jumat Peduli

Sebelumnya diberitakan, sudah dua pekan kapal nelayan dari Pulau Sapuka Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel tertahan di Dermaga Pangkajene.

Kapal tersebut bersandar di Dermaga Pangkajene dan belum pulang ke daerahnya karena tingginya gelombang 4 meter dan belum mendapatkan izin dari Syahbandar, Dishub dan Polair Polres Pangkep.

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

(*)
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved