Diberhentikan, Mahasiswa UKI Toraja Gugat Rektor ke Mahkamah Agung

Awalnya Puri mengikuti kegiatan bina akrab bersama dengan mahasiswa teknik mesin lainnya dalam rangka Penyambutan Mahasiswa Baru

Diberhentikan, Mahasiswa UKI Toraja Gugat Rektor ke Mahkamah Agung
UKI Toraja
Kampus UKI Toraja Makale, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Herson Bonggakaraeng

TRIBUNAMAMASA.COM, Mamasa -Puri Paembonan, seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan teknik mesin di Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) terpaksa harus menunda kuliah lantaran ia diberhentikan sebagai mahasiswa oleh Rektor UKI Toraja.

Awalnya Puri mengikuti kegiatan bina akrab bersama dengan mahasiswa teknik mesin lainnya dalam rangka Penyambutan Mahasiswa Baru Teknik Mesin, namun kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa persetujuan dari pihak kampus sehingga menyebabkan Puri dan beberapa mahasiswa teknik mesin di berhentikan (DO) sebagai mahasiwa UKI Toraja Jumat, (13/10/2017)

Puri yang tidak terima pemberhentian tersebut melakukan segala upaya termasuk melibatkan beberapa tokoh masyarakat dan instansi pemerintah setempat agar di fasilitasi dengan pihak kampus, sayangnya, perjuangan Puri tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Baca: Ibu Muda di Luwu Utara Diringkus Polisi Usai Curi HP

Baca: TERUNGKAP Alasan Adik Olga Syahputra Jadi Tukang Parkir, Gini Perlakuan Billy Syahputra ke Adiknya

Baca: Anugrah Pratama Syaifuddin Zikir Bersama Warga Kompleks Baruga Raya Antang

Baca: Anugrah Pratama Syaifuddin Zikir Bersama Warga Kompleks Baruga Raya Antang

Baca: Siang Ini Luwu Diprediksi Hujan Intensitas Sedang

Baca: Pagi Ini Selayar Berawan, Waspada Tinggi Gelombang

Baca: LINK Pengumuman 32 Instansi Hasil Akhir Kelulusan CPNS 2018, Cek Nama & Nomormu atau Kabari Saudara

Baca: Profil Doni Monardo, Eks Jenderal Kopassus Ditunjuk Presiden Jokowi Jadi Kepala BNPB yang Baru

Baca: Deretan Ponsel Ini Tak Bisa Lagi Gunakan WhatsApp, Salah Satunya iPhone, Segera Cek HP Kamu!

Dalam kondisi demikian, Puri tidak berhenti berjuang untuk keadilan bagi dirinya. Berkat dukungan teman-teman dekatnya, Puri tetap semangat dalam masa-masa sulitnya.

Merasa diabaikan oleh pihak kampus, Puri memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Ia mendapatkan bantuan hukum dari seorang Pengacara, Frengky Richard Mesakaraeng, S.H. Dimana saat di konfirmasi via telpon, Frengky membenarkan hal tersebut termasuk alasan pemecatan Puri sebagai mahasiswa UKI Toraja,Senin, 1/1/2019 siang.

“Benar, Puri di DO dari kampus UKI Toraja tanpa dasar yang rasional. Ia menjadi salah satu korban dari arogansi kekuasaan dalam kampus. Puri tahu bahwa ia punya hak yang dilindungi oleh hukum untuk melawan ketidakadilan itu, tapi tentu dengan cara benar dan tidak melanggar hukum”. Kata Frengky Richard Mesakaraeng, S.H.

Puri melalui kuasa hukumnya sudah mengajukan gugatan di Pengadilan TUN Makassar dan dinyatakan menang. Rektor UKI Toraja yang tidak puas dengan putusan tersebut mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi TUN Makassar lalu mereka dimenangkan.

“Ya! Skornya sekarang 1-1. Tapi kami sebagai pihak yang dirugikan atas putusan Banding tersebut, tentu tidak bisa tinggal diam dan menerima begitu saja. Kesempatan untuk mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia masih terbuka untuk kami.” Ujar Frengky

Dari informasi yang berhasil didapatkan, pada hari Kamis (31/12/2018) kemarin, Puri melalui kuasa hukumnya resmi mendaftarkan permohonan Kasasi ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan TUN Makassar.

Halaman
12
Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved