Tanah Adat Diklaim Orang Lain, Tongkonan Sirreng di Toraja Utara Bersurat ke Polda

Pihak keluarga Tongkonan Sirreng merasa keberatan atas permasalahan sengketa tanah di Lembang (Desa) Sangkaropi

Tanah Adat Diklaim Orang Lain, Tongkonan Sirreng di Toraja Utara Bersurat ke Polda
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Pertemuan pihak keluarga Tongkonan Sirreng bersama Tokoh Masyarakat dan Forkopimda di Hotel Misiliana, Kecamatan Kesu, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pihak keluarga Tongkonan (Rumah Toraja) Sirreng merasa keberatan atas permasalahan sengketa tanah di Lembang (Desa) Sangkaropi, Kecamatan Sadan, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel.

Tongkonan Sirreng melakukan pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diantaranya Bupati Toraja Utara, Pengadilan Negeri Makale, Kapolres dan Dandim 1414 Tana Toraja di Hotel Misiliana, Kamis (27/12/2018).

Namun, pihak yang hanya hadir mewakili yakni Pj Sekda Toraja Utara, Rede Roni Bare dan perwakilan TNI Kodim 1414 Tana Toraja.

Baca: Isi Lengkap Surat Terbuka 5 Pendiri Partai Desak Amien Rais Mundur dari PAN, Sederet Fakta Terungkap

Baca: SekretarisApdesi Jeneponto Muh Jufri Lau Sambangi Redaksi Tribun Timur

Baca: DPPPA Soppeng Raih Penghargaan  Gubernur Sulsel

Baca: Tutup Tahun 2018, AJI Makassar Gelar Diskusi di Dmaleo

Baca: Pastikan Maros Aman, Sabhara Rutin Patroli Keliling Kota Pakai Sepeda

Baca: TRIBUNWIKI: Ini 8 Bengkel di Jl Veteran Selatan Makassar, Lengkap Nomor Telepon

Baca: Belum Lakukan Seleksi Komisioner KIPP, DPRD Bulukumba Sebut Pemkab Langgar Aturan

Baca: Dilepas PSM, Selangkah Lagi Syaiful Syamsuddin Gabung Klub Liga 1

Baca: Diskusi Tentang Bencana dan Dosa di Kobass Pinrang, Ini Ulasan 2 Narasumber

Baca: CATAT Debat Capres Jokowi vs Prabowo Disiarkan di 9 Stasiun TV, Berikut Jadwal dan Siarannya

Baca: MRI-ACT Dan Hipmus Toraja Utara Galang Dana Korban Tsunami Selat Sunda

Baca: BNI Bangking Cafe, Layanan Berbasis Digital Sekaligus Tongkrongan Cozy Millennial

Pertemuan dipimpin pihak keluarga Tongkonan Sirreng yakni Pdt Suleman Batti dihadiri Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan masyarakat setempat untuk membicarakan lahan tanahnya diklaim oleh Tongkonan Mendoe sebagai miliknya.

"Waktu Tongkonan Mendoe mengambil langkah melakukan pondasi, kami keberatan dan melakukan pengajuan kepada aparat keamanan namun tidak ada reaksi sama sekali," ujar Pdt Suleman.

Maka itu, Tongkonan Sirreng akan mengajukan surat kepada Bupati Toraja Utara untuk memfasilitasi dengan mengundang PN Makale, Kapolres, Dandim dan Badan Pertanahan agar menjelaskan perkara sebenarnya dan posisi keputusan.

"Ketika sudah mendengar bersama-sama keputusan lalu kita bisa bicara damai," ucapnya.

Suleman Batti menjelaskan, jauh sebelum pengerjaan talud yang diminta pengamanan dari pihak Tongkonan Mendoe, diajukan keberatan tapi tidak ada balasan sehingga saat pembuatan talud yang sebenarnya pondasi, dikawal oleh satu polisi dan 20 TNI menggunakan senjata.

"Semua kita tempuh melalui jalur hukum, ini bukan hanya sebagai perkara tapi menyangkut kehidupan kami dan anak cucu kami kedepan dan diharapkan keadilan ditegakkan adil karena sudah keputusan MA," tambah Suleman.

Halaman
12
Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved