Ketua DPRD Makassar Terapkan Pola Kampanye Berbeda di Pemilu 2019

Ketua DPRD Makassar itu menambahkan, pada Pileg 2014 lalu metode penghitungan suara itu bilangan pembagi pemilih (BPP).

Ketua DPRD Makassar Terapkan Pola Kampanye Berbeda di Pemilu 2019
abdul azis/tribun-timur.com
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Farouk M Beta (pakai kacamata), mengatakan, perbedaan sistem penghitungan suara Pileg 2014 dengan Pileg 2019 ikut mempengaruhi perebutan kursi calon legislatif. Hal tersebut disampaikan Aru di Makassar, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Makassar, Farouk M Beta (Aru), mengatakan, perbedaan sistem penghitungan suara pemilihan legislatif (Pileg) 2014 dengan Pileg 2019 mendatang ikut mempengaruhi proses perebutan kursi calon legislatif.

Ketua DPRD Makassar itu menambahkan, pada Pileg 2014 lalu metode penghitungan suara itu bilangan pembagi pemilih (BPP). Namun, pada Pileg 2019 itu menggunakan sainte league murni atau ganjil.

"Insya Allah kami bisa mendapat dua kursi setiap dapil. Bahkan ada dapil Golkar dapat meraih tiga kursi. Kenapa? Karena sistem penghitungan kursi berbeda," tegas Farouk, Minggu (9/12/2018).

Tidak hanya itu, peluang Partai Golkar Kota Makassar untuk memenangkan Pileg 2019 juga tidak lepas dari kerja teman-teman di daerah pemilihannya masing-masing.

"Khusus pribadi, pola kampanye saya jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini saya lakukan karena selain sistem penghitungan kursi berbeda juga karena banyaknya partai peserta pemilu, dan gaya kampanye sekarang seakan mengikuti gaya kampanye calon eksekutif," katanya di salah satu warkop di Jl Topaz Raya, Makassar.

Aru pun menjelaskan bahwa yang tidak pernah berubah polanya di pemilu adalah pembinaan daerah basis.

"90 persen gaya pemilih berubah, maka kita harus mengikuti saman yang ada. Mau tak mau harus ikuti, kecuali pola pembinaan itu tidak berubah. Jadi hanya 10 persen tidak berubah," ungkap Aru.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved