SPs Unhas Buka Program Magister Otda

Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) membuat sejarah baru dalam bidang akademik.

SPs Unhas Buka Program Magister Otda
humas dirjen Otoda Kemendagri RI.
Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) membuat sejarah baru dalam bidang akademik.

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR -Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) membuat sejarah baru dalam bidang akademik.

Unhas membuka peminatan Magister Otonomi Daerah (Otda) pada Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah.

Baca: Setiap Lima Tahun, Tinja di Soppeng Bakal Disedot

Baca: Diduga Kampanyekan Caleg, Oknum Seklur Sekaligus Sekretaris PPS Diperiksa Bawaslu

Pada Kamis (6/12) di Kampus Unhas pembukaan ini ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama SPS Unhas dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.

Dekan SPs Unhas Profesor Jamaluddin Jompa mengungkapkan, gagasan membuka kajian Otda di SPS Unhas sesungguhnya sudah dirintis sejak lima tahun lalu. Namun, baru bisa diwujudkan saat ini.

"Latar dibukanya magister otonomi daerah ini. Pertama, ini adalah model pemerintahan yang sudah puluhan tahun," kata Jamaluddin, via rilis ke tribun-timur.com.

Otonomi daerah, sebutnya memerlukan transformasi bukan hanya birokrasi tetapi sumber daya manusia. Kompleksitas otonomi daerah sangat besar, sangat tinggi, tetapi meyimpan potensi yang sangat besar.

Sehingga, dengan adanya program otonomi daerah. Diharapkan sumber daya manusia (SDM) di daerah khususnya dalam menyikapi dan memanfaatkan peluang pengembangan otonomi daerah itu bisa kemudian menjadi pemicu penguatan. Bukan hanya sumber daya manusia, tetapi juga kesejahteraan masyarakat yang ujung-ujungnya adalah percepatan pembangunan daerah melalui SDM yang semakin berkualitas.

"Berbagai stakeholder, yang juga terlibat di dalam proses pengembangan otonomi daerah itu. Bisa berkontribusi nyata pada penguatan ekonomi, penguatan politik, sosial dan pembangunan secara khusus di daerah," harapnya.

Adapun keunggulan program ini menurut Jamaluddin, adalah program magister yang pertama di Indonesia dengan program otonomi daerah.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved