Nelayan Ajatappareng Ditekankan Hindari Gunakan Alat Tangkap yang Dilarang

sosialisasi pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) di Aula Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Cempae, Kota Parepare, Kamis (6/12/2018).

Nelayan Ajatappareng Ditekankan Hindari Gunakan Alat Tangkap yang Dilarang
Mulyadi/Tribuparepare.com
Sosialisasi pengawasan sumber daya kelautan kepada puluhan nelayan di Parepare 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Nelayan ditekankan agar menghindari penggunaan alat tangkap yang dilarang segala bentuk aktivitas eksploitasi kekayaan laut yang bisa merusak habitatnya.

Hal ini disampaikan dalam sosialisasi pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) di Aula Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Cempae, Kota Parepare, Kamis (6/12/2018).

Kepala Cabang Dinas Kelautan Sulsel wilayah Ajatappareng, Amri Tjoneng menyampaikan, mengambil sumber daya dari laut sangat mudah.

Baca: Setahun Berlalu, Rina Nose Akhirnya Ungkap Alasan Lepas Hijab, Ini yang Dialaminya Kini

Baca: Tekan Sampah Plastik di Lingkungan Sekolah, Ini yang Dilakukan Sekolah Peraih Adiwiyata Mandiri 2017

Baca: Menu Baru di Pizza Hut Karebosi Link Berbahan Keju, Segini Harganya

"Mudah sekali kita ambil karena tidak perlu memelihara. Intinya tinggal ambil saja sehingga kita harus secara bersama menjaganya,"ungkap Amri.

Ia menjelaskan, ada sejumlah alat tangkap yang dilarang dan jangan digunakan untuk menangkap ikan.
"Jangan mengebom ikan atau membius karena banyak didapat tetapi merusak,"tutur dia.

Ia menambahkan, apabila menggunakan segala bentuk peralatan yang dilarang maka jangan sampai berurusan dengan aparat. "Jika berurusan dengan aparat baik kalau dimana, jangan sampai diproses,"tambahnya.

Hadir puluhan nelayan dalam kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi pengawasan ini. Hadir pula TNI Angkatan Laut (AL), Polair Polda Sulsel dan Plt Kadis Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Parepare, Rostina.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii

Penulis: Mulyadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved