Kesehatan

Jangan Sampai Seperti Julia Perez, Ini Gejala dan Penanganan Kanker Mulut Rahim

Sebenarnya, kanker mulut rahim bisa saja tidak terjadi jika ada pengetahuan awal. Dan ini hanya akan didapatkan jika rajin pap smear

Jangan Sampai Seperti Julia Perez, Ini Gejala dan Penanganan Kanker Mulut Rahim
handover
pap smear

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Masih ingat almarhumah Julia Perez? Penyanyi dangdut tersebut divonis menderita penyakit kanker mulut rahim sebelum akhirnya meninggal dunia.

Awalnya, ia tidak tahu jika ia mengidap penyakit mematikan tersebut. Semua berjalan seperti biasa. Ia tampak sehat.

Namun seiring berjalannya waktu, kanker tersebut menjalar di tubuhnya. Lama kelamaan, ia pun merasakan sakit yang terus menerus hingga akhirnya maut menjemput.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr dr Mahmud Ghaznawie PhD SpPK (k) ahli patologi menjelaskan, apa yang dialami Julia Perez harusnya menjadi pengalaman untuk semua perempuan di Indonesia.

Kanker mulut rahim bisa dicegah sedini mungkin seandainya mereka yang berusia 35 tahun keatas mulai melakukan pemeriksaan pap smear.

"Mereka adalah usia produktif sehingga sangat wajib melakukan pemeriksaan. Pap smear cukup sekali setahun dilakukan," kata Dekan yang juga konsultan kulit tersebut.

Upaya tersebut untuk mencegah keterlambatan penanganan karena jenis kanker ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Termasuk saat berhubungan intim oleh suami istri. Ia berawal dari luka dimulut rahim dan si perempuan tidak akan merasakan apa-apa.

"Setelah menjalar ke tempat lain baru terasa sakit. Makanya ketahuannya terlambat," tambah Mahmud.

Sebenarnya, kanker mulut rahim bisa saja tidak terjadi jika ada pengetahuan awal. Dan ini hanya akan didapatkan jika rajin pap smear. Adapun tandanya jika pada pemeriksaan, akan ditemukan plek atau darah kalau masih awal. Namun jika sudah berkembang atu menular kearea dalam rahim.

"Tidak langsung disebut kanker namun jika sudah menjalar hingga kedalam mulut rahim baru akan disebut kanker dan sakitnya sudah terasa oleh si penderita. Intinya dia bertahap perubahannya,"tambah alumni FK Unhas 1984 tersebut.

Salah satu tanda kanker serviks atau mulut rahim yang bisa diwaspadai yaitu ketika seorang perempuan berusia produktif 35 tahun keatas, saat mengalami keputihan bercampur darah, saat berhubungan suami istri ada plek atau darah disarankan langsung kedokter dan dokter dipastikan akan mengarankan pasien melakukan pap smear.

"Kalau pap smear hanya radang dan infeksi, itu tidak masalah. Belum tentu kanker. Namun kalau sudah merasakan sakit bagian dalam mulut rahim maka sudah bahaya," kata Mahmud.(*/tribun-timur.com)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved