Gelar FGD di Makassar, Staf Ahli Menpar Bahas Strategi Pengembangan Wisata Bahari

FGD ini digelar untuk mengumpulkan informasi, data, peluang maupun tantangan tentang program yang telah dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga terkait

Gelar FGD di Makassar, Staf Ahli Menpar Bahas Strategi Pengembangan Wisata Bahari
STAF AHLI MENTERI PARIWISATA
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman, Ni Wayan Giri Andyani mengadakan Focus Group Discussion bertajuk "Strategi Prioritas Pengembangan Wisata Bahari" yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Gammara Makassar, Kamis (29/11/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman, Ni Wayan Giri Andyani mengadakan Focus Group Discussion bertajuk "Strategi Prioritas Pengembangan Wisata Bahari" yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Gammara Makassar, Kamis (29/11/2018).

FGD ini digelar untuk mengumpulkan informasi, data, peluang maupun tantangan tentang program yang telah dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga terkait dalam pengembangan wisata bahari dan juga menghasilkan rekomendasi strategi yang tepat untuk dikembangkan kedepan.

Selain Ni Wayan Giri Andyani, FGD tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari, Prof Indoroyono Soesilo, Asdep Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alexander Reyaan, dan Kasubdit Wisata Bahari dan BMKT, Direktorat Jasa Kelautan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Rusman Hariyanto.

FGD ini turut dihadiri sejumlah instasi lain, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Ditjen Bea Cukai, Kemenkomaritim, Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Imigrasi, perwakilan asosiasi (ASDP Indonesia Ferry, PADI), Pelindo, serta perwakilan akademisi dari Poltekpar Makasssar dan Universitas Hasanudin.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman, Ni Wayan Giri Andyani mengadakan Focus Group Discussion bertajuk
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman, Ni Wayan Giri Andyani mengadakan Focus Group Discussion bertajuk "Strategi Prioritas Pengembangan Wisata Bahari" yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Gammara Makassar, Kamis (29/11/2018). (STAF AHLI MENTERI PARIWISATA)

Pada kesempatan tersebut, Prof Indroyono menyampaikan, wisata bahari menjadi salah satu sektor yang mampu menarik sekitar 4 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia di tahun 2018.

Selain itu, penyelenggaraan event-event internasional yang berkaitan dengan wisata bahari patut terus digencarkan seperti Wonderful Sail to Indonesia dan juga program 10 pro event sukses menyedot perhatian 6 juta viewers yang ditayangkan secara langsung di dunia maya.

"Tentu saja hal-hal tersebut perlu lebih digencarkan secara massive karena potensi untuk mendatangkan wisman sangat besar dan memperkenalakan kekayaan bahari Indonesia ke mata dunia,"katanya.

Sementara itu, tiga pembicara lain membahas soal tren wisata bahari, seperti kapal wisata layar (yachts), cruise dan diving. Mereka menilai tren-tren tersebut memerlukan deregulasi dari pemerintah guna menghasilkan dampak positif berupa kunjungan wisman ke Indonesia.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman, Ni Wayan Giri Andyani mengadakan Focus Group Discussion bertajuk
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman, Ni Wayan Giri Andyani mengadakan Focus Group Discussion bertajuk "Strategi Prioritas Pengembangan Wisata Bahari" yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Gammara Makassar, Kamis (29/11/2018). (STAF AHLI MENTERI PARIWISATA)

Pasalnya, pengembangan wisata bahari di Indonesia tak luput dari berbagai tantangan baik di bidang regulasi, sumber daya manusia, maupun pengemasan produk bahari itu sendiri.

Oleh sebab itu penataan regulasi dan kebijakan-kebijakan deregulasi, pembangunan infrastruktur wisata bahari, aksesibilitas, capacity building SDM dan awareness masyarakat lokal terhadap pariwisata hingga masalah digitalisasi informasi juga harus digarap dengan serius oleh para pemangku kepentingan.

Sinergi Pentahelix

Dalam FGD tersebut juga diungkapkan, dalam pengembangan wisata bahari di Indonesia dibutuhkan sinergitas pentahelix, yakni Akademisi, Business, Government, Community dan Media.

Dengan adanya sinergitas tersebut, pencapaian pengembangan wisata bahari di Indonesia melalui konsep sustainable marine tourism serta pencapaian target kunjungan wisman 20 juta di tahun 2019 dapat diraih.

Staf Ahli Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuty yang hadir membuka kegiatan juga mengatakan, peran lembaga pendidikan khususnya Poltekpar Makassar sebagai centre of excellent wisata bahari dan juga para millenials untuk turut berperan aktif dalam pengembangan wisata bahari di Makassar sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang sangat potensial di Indonesia. (*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved