Sulbar Masih Urutan Kedua Penderita Stunting Tertinggi di Indonesia

Stunting atau anak pendek masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak di Indonesia.

Sulbar Masih Urutan Kedua Penderita Stunting Tertinggi di Indonesia
nurhadi/tribunsulbar.com
Seminar pengasuhan tumbuh kembang anak kerjasama BKKBN dan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulbar dalam rangka HUT ke-19 di Ballroom d'Maleo Hotel, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Senin (26/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Stunting atau anak pendek masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak di Indonesia.

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak yang lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Andi Ritamariani, mengungkapkan, Sulawesi Barat, saat masih menempati urutan kedua stunting tertinggi di Indonesia.

Baca: Bupati Polman Sebut Jokowi Ikuti Program Dana Desa di Polman

Baca: Keren, Gadis Asal Enrekang Raih Juara Dalam Gelaran Nasional Motoprix 2018

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Dalasari Pera, Guru yang Gemar Menulis

Hal itu diungkapkan dalam kegiatan seminar pengasuhan tumbuh kembang anak dalam rangka HUT Dharma Wanita persatuan Provinsi Sulbar ke-19 di Ballroom d'Maleo Hotel, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Senin (26/11/2018).

"Sulbar tertinggi kedua angka stunting di Indonesia. Dibawah Nusa Tenggara Timur,"ungkap Rita.

Andi Rita mengatakan, tahun 2017 pemerintah telah membentuk tim intervensi pencapaian penurunan angka stunting yang terintegrasi.

Tim ini melibatkan beberapa kementerian dan lembaga atau 10 kementerian lembaga untuk menangani masalah tersebut. Salah satu diantaranya adalah BKKBN.

Baca: Jadwal & Live Streaming Final Liga 1 U-19 Persib Bandung vs Persija Jakarta, Prediksi Susunan Pemain

Baca: Wakil Ketua DPRD Sulsel Tolak Pembangunan Rest Area

Baca: Bupati Sinjai Peroleh Penghargaan Bidang Kependudukan

"Sebagai tindak lanjut dari kebijakan ini, BKKBN memiliki tugas dalam penguatan program pembangunan keluarga melalui bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan melalui pusat informasi konseling remaja," tuturnya.

Kegiatan itu, kata Andi Rita berupa kegiatan penyuluhan bagi orang tua dan anggota keluarga lainnya, dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak.

"Melalui kegiatan mental intelektual, emosional, spiritual sosial dan moral dalam rangka mempersiapkan generasi emas," pungkasnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved