HKN ke 54, Gubernur NA Prihatin Sulsel Rangking 5 Angka Kematian Ibu dan Bayi
Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah mengaku prihatin dengan status yang menempatkan Sulsel berada pada rangking 5
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah menuturkan selamat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54.
HKN digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makasssar, Selasa (13/11/2018)
Di HKN ke 54 ini, Nurdin mengaku prihatin dengan status yang menempatkan Sulsel berada pada rangking 5 secara nasional atas tingginya kasus kematian ibu dan bayi nol bulan (neonatal) pasca melahirkan.
"Melihat data tentang kematian ibu melahirkan, anak kurang gizi kita masuk dalam rangking lima secara nasional. Kita prihatin! Saya mengaku ini tidak sulit dituntaskan, banyak daerah melakukan contoh baik. Jangan malu mencontoh atau melihat daerah yang baik untuk menyelesaikan persoalan," ujar Nurdin, usai mengikuti Upacara HKN di Rujab Gubernur Sulsel.
Baca: Di Acara Apkasi, Bupati Soppeng Lobi Jokowi Buka Festival I Lagaligo
Baca: Bentuk Karakter, PCA Makassar Gelar Diksar Angkatan IV 2018
Baca: Prediksi Susunan Pemain Timnas vs Timor Leste, Live Streaming RCTI di Piala AFF 2018, Nonton di HP
Nurdin mengatakan banyak daerah yang melakukan contoh baik, dengan menghadirkan program, health care center, ambulance mobile, ada lagi inovasi daerah lainnya.
"Tentu kita berharap, kabupaten yang masih tinggi status gizi rendah, terus kematian ibu melahirkan dan kematian anak, ya kenapa kita tidak melihat daerah-daerah yang bisa menurunkan angka kematian ibunya, kita jangan malu mencontoh dan jangan malu membuat sebuah terobosan dari hasil pengembangan orang, yang penting bagi kita, ini adalah program kemanusian," Nurdin menambahkan.
Menurutnya Sulsel ke depan akan mencoba untuk membangun sebuah sistem kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota.
Sistem kerjasama itu, terkait dengan rencana pembangunan infrastruktur Rumah Sakit Regional, Health Care Center dan Ambulans Laut untuk warga Pulau.
Selain itu kata Nurdin, perilaku hidup sehat di masyarakat perlu ditingkatkan.
Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni 5 porsi per hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia, baru mencapai 5 persen.
Sementara perilaku aktivitas
fisik, juga masih perlu ditingkatkan, karena masih 33,5 persen penduduk di atas 10 tahun yang aktivitas fisiknya kurang.
"Kita harus menyadari bahwa tantangan di depan kita semakin berat, semakin luas, dan semakin kompleks. Solusi terhadap berbagai permasalahan tadi tentu memerlukan kepemimpinan yang kuat, manajemen yang handal, kolaborasi multi-sektor harmonis, dan monitoring evaluasi pembangunan yang terstruktur dan sistematis," ujarnya.
Ia pun menargetkan, kedepan pasien-pasien yang berasal dari daerah tidak lagi di rujuk ke Makassar, cukup di RS Regional yang akan di bangun di enam titik.
Rencana sementara pembangunan RS Regional akan dibangun di Wajo, Palopo, Pare-pare, dan daerah lainnya masih tahap pengkajian.
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami: