Perjuangan Single Parent Asal Enrekang Biayai Dua Anak Perempuan, Sales Obat Hingga Percetakan

Sepekan, Faridah mendapat upah Rp 500 ribu. Penghasilannya inilah dipakai menghidupi dua anak perempuannya. Sudah tiga tahun dia single parent.

Perjuangan Single Parent Asal Enrekang Biayai Dua Anak Perempuan, Sales Obat Hingga Percetakan
dok.tribun
Faridah mengemas katalog di Ruang Percetakan Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Makassar, Kamis (8/11/2018) sore. 

Laporan wartawan Tribun Timur/Nur Fajriani R

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keringat bercucuran di wajah Faridah (46). Padahal kawasan Jl Cendrawasih, Makassar, Kamis (8/11/2018) sore itu sedang dilanda hujan rintik.

Perempuan asal Enrekang itu sadar, bekerja di ruang ber-AC dan duduk di kursi empuk hanya mimpi belaka baginya.

Dia juga harus mengangkat beban berat. Itulah yang membuat keringat seakan tak henti bercucuran di sela rambut tipisnya.

Tujuh tahun Faridah menekuni profesi itu. Dia pekerja paruh waktu. Sehari-hari, ibu dua anak itu bertugas mengemas barang cetakan.

Sepekan, Faridah mendapat upah Rp 500 ribu. Penghasilannya inilah dipakai menghidupi dua anak perempuannya. Sudah tiga tahun dia single parent.

“ Berceraima dengan suamiku. Makanya haruska kerja untuk anak-anakku. Apalagi masih sekolahki berdua, siapalagi kalau bukan saya,” ujar Faridah.

Faridah pernah berprofesi sebagai seles kosmetik salah satu brand di Makassar. Seles juga ditekuninya selama tujuh tahun. Ia harus rela keliling dari rumah ke rumah hingga daerah demi menjajakan jualanya.

Setelah tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA 1 Maroanging, Enrekang, Faridah ke Makassar cari kerja.  Dia memilih tinggalkan kampung halaman karena kedua orangtuanya telah tiada.

Ditemui di Ruang Percetakan Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Makassar, saat Faridah mengemas katalog pesanan perusahaan. Ia mengungkapkan perasaannya sebagai serorang ibu yang gagal dalam menyemangati anaknya.

“Sebagai Ibu, nda pernahka tanya anakku bilang mau jadi apa, mungkin karena beginiji profesiku,” katanya dengan wajah memurung.

“ Kufikir, mungkin setelah selesaimi anakku nanti SMA, kusuruh cari kerjami. Ndak ada uang untuk biayai kuliah,” jelas Faridah menambahkan.

Faridah tinggal bersama dua anaknya di Jl Balang Baru 2, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar . Di rumah sederhana itu, juga menetap saudara perempuannya yang sudah berkeluarga.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved