Fakta-fakta Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo H Syarifuddin Dijebloskan ke Penjara dan Uang Rp 5 M

Fakta-fakta Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo H Syarifuddin Dijebloskan ke Penjara dan Uang Rp 5 Miliar

Fakta-fakta Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo H Syarifuddin Dijebloskan ke Penjara dan Uang Rp 5 M
hamdan/tribunpalopo.com
Suasana di Masjid Agung Palopo saat diabadikan tribunpalopo.com beberapa waktu lalu. 

Fakta-fakta Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo H Syarifuddin Dijebloskan ke Penjara dan Uang Rp 5 Miliar

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri Melaporkan dari Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kabar mengejutkan datang dari Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo KH Syarifuddin Daud.

Syarifuddin Daud dijebloskan ke Lapas Makassar pada Senin (5/11/2018) malam.

Dirangkum tribun-timur.com, berikut fakta-fakta seputar dugaan korupsi yang terjadi di Yayasan Masjid Agung Palopo, Sulawesi Selatan:

Baca: PSM Kokoh di Puncak Klasemen, Gelar Juara Kian Dekat, Tapi 2 Hal Ini Jadi Ancaman di Laga Sisa

Baca: Mengapa Pria 80 Tahun Masih Kuat di Ranjang Sedang Wanita Usia 60 Gak Kuat? Ini Alasan Akademiknya

Baca: 8 Fakta Baru Tekait Jatuhnya Pesawat Lion Air, Penemuan Ban Pesawat, Hingga Tangis Kabasarnas

1. Ayah dari Wawali Palopo 2013-2018, Akhmad 'Ome'Syarifuddin

Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo, KH Syarifuddin Daud, merupakan ayah dari mantan Wakil Wali Kota Palopo, Ahmad Syarifuddin atau Ome dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar.

Ome adalah Wawali Palopo periode lalu sebelum kalah di Pilwali Palopo 2018 kemarin.

2. Uang Rp 5  Miliar

Syarifuddin ditahan atas kasus dugaan dugaan korupsi pengelolaan dana hibah Masjid Agung Palopo sebesar Rp 5 miliar tahun 2008-2015.

"Benar ada tersangka atas nama Syarifuddin Daud dibawa ke lapas," kata Humas Lapas Kelas 1 Makassar, Mutzaini kepada Tribun, Senin (05/11/2018) malam.

3. Dua Tersangka Sudah Ditahan Lebih Dulu

Penahanan tersangka setelah Kepolisian Resor Kota Palopo melakukan proses tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

Dana hibah senilai Rp 5 miliar tersebut diduga disalahgunakan oleh tersangka.

Dimana pihak Yayasan tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana itu.

4. Aset Pemkot Jadi Aset Yayasan

Syarifuddin Daud disebut terlibat karena diduga telah memindahkan kepemilikan Masjid Agung Polopo yang sebelumnya menjadi aset pemkot menjadi aset milik yayasan.

Syarifuddin Daud merupakan tersangka ketiga yang ditetapkan oleh Kepolisian.

Sebelumnya menetapkan dua nama Agus dan Masyudi.

Dalam kasus tersebut, Agus berperan sebagai pelaksana kerja, sedangkan Masyudi sebagai pengawas.

Baca: PSM Kokoh di Puncak Klasemen, Gelar Juara Kian Dekat, Tapi 2 Hal Ini Jadi Ancaman di Laga Sisa

Baca: Mengapa Pria 80 Tahun Masih Kuat di Ranjang Sedang Wanita Usia 60 Gak Kuat? Ini Alasan Akademiknya

Baca: 8 Fakta Baru Tekait Jatuhnya Pesawat Lion Air, Penemuan Ban Pesawat, Hingga Tangis Kabasarnas

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Maret lalu.

Sekadar diketahui, Kasus dugaan korupsi dana hibah ini mulai mengemuka pada tahun 2016 setelah Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) 2016 melansir LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan).

LHP BPKP menyebutkan jika pengelolaan dana hibah sebesar Rp 5 miliar dari Pemkot Palopo kepada Yayasan Masjid Agung Palopo tidak bisa dipertanggungjawabkan sejak 2008 hingga 2015.

Kala itu, Palopo dipimpin Wali Kota Andi Tenriadjeng.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Baca: PSM Kokoh di Puncak Klasemen, Gelar Juara Kian Dekat, Tapi 2 Hal Ini Jadi Ancaman di Laga Sisa

Baca: Mengapa Pria 80 Tahun Masih Kuat di Ranjang Sedang Wanita Usia 60 Gak Kuat? Ini Alasan Akademiknya

Baca: 8 Fakta Baru Tekait Jatuhnya Pesawat Lion Air, Penemuan Ban Pesawat, Hingga Tangis Kabasarnas

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved