Hanya Satu Toilet, Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami Harus Antre Berjam-jam

Terutama dirasakan bagi warga yang tinggal ditenda posko pengungsian depan Kantor Balaikota Palu, Sulawesi Tengah.

Hanya Satu Toilet, Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami Harus Antre Berjam-jam
Hasan/Tribun
pengungsi depan Kantor Balaikota Palu sedang antre masuk ke toilet 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU-- Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tenga membuat hidup warga setempat mengalami kesulitan.

Selain susah mendapatkan beras atau air kecil, membuang hajat atau buang air kecil pun, warga harus menghadapi perasaan tidak nyaman akibat musibah ini.

Terutama dirasakan bagi warga yang tinggal ditenda posko pengungsian depan Kantor Balaikota Palu, Sulawesi Tengah.

Di posko ini terdapat 1.500 pengungsi yang terkena dampak gempa dan tsunami. Sementara hanya ada satu toilet terdekat tersedia.

Sehingga setiap hari para pengungsi harus rela antre berjam jam untuk mendapatkan giliran masuk di Toilet.

"Hanya ini satu Toilet pak, makanya kita antre," kata seorang pengungsi korban bencana Palu.

Selain tempat buar air kecil, Toilet itu pun kadang dipakai untuk mandi dan cuci pakaian " Ada toilet tapi jauh di Rujab Wawali. Itupun biasa habis airnya" sebut pengungsi lain.

Warga tinggal di posko pengungsian sudah hampir sepuluh pasca kejadian pada 28 Oktober 2018 lalu.

Mereka mengungsi karena rumah mereka sudah tidak layak huni karena hancur digoyang gempa dan diterjg tsunami

Sekadar diketahui gempa bumi berkekuatan 7,4 SR disusul tsunami membuat ribuan korban jiwa melayang dan lukal-luka. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved