Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bukan Pakaian, Dekan FTI UMI Sebutkan Bantuan Sangat Dibutuhkan Korban Gempa, Tsunami Palu

Bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah

Editor: Edi Sumardi
DOK FTI UMI
Penyaluran bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, melalui Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Muslim Indonesia (UMI). Sejumlah bahan makanan tampak diserahkan, di kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (2/10/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah terus mengalir sejak bencana itu terjadi, Jumat (28/9/2018).

Bantuan yang banyak mengalir adalah pangan dan sandang dari dalam negeri yang disalurkan secara langsung, maupun dikirim melalui jalur darat, laut, dan udara.

Namun, di tengah mengalirnya bantuan tersebut, ternyata ada yang sudah over (berlebihan), misalnya pakaian bekas.

Baca: Update Gempa dan Tsunami di Palu - Donggala: 35 Mahasiswa FTI UMI Berangkat Jadi Relawan

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Zakir Sabara H Wata yang menyalurkan langsung bantuannya di Palu dan Donggala, meminta agar bantuan selanjutnya sebaiknya bahan makanan, alat mandi, dan tenda.

Sebab, itulah yang mendesak dan prioritas, saat ini.

Zakir menyebutkan jenis barang yang sebaiknya diberikan,"Makanan langsung saji, air minum, makanan bayi, susu bayi, alat pengolah air bersih (pured), popok bayi, pembalut wanita, tenda pengungsi, ikan sarden, beras, roti/snack/abon/biskuit, dan mie instan."

Baca: Tips Agar Bantuan Anda untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Tak Dijarah

Selain itu, sebelum menyalurkan bantuan, Zakir menyarankan agar relawan melakukan survei lapangan untuk melihat titik-titik yang membutuhkan banyak bantuan.

"Ini menjadi tantangan sendiri sekaligus ujian bagi para relawan dalam melakukan distribusi ditengah keterbatasan fasilitas transportasi yang ada saat ini di Palu, Sulawesi Tengah karena kurangnya suplai BBM," kata Zakir dari Palu.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved