Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Satu Keluarga Ini Masih Hilang saat Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa & Tsunami Palu Capai 420

Update jumlah korban tsunami dan gempa bumi di Palu, Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Editor: Edi Sumardi
HANDOVER
Satu keluarga korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, yang dilaporkan belum ditemukan adalah keluarga Abdul Jihad Gobel bersama istri Ika dan putri semata wayangnya, Annisa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Update jumlah korban tsunami dan gempa bumi di Palu, Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pencarian dan pendataan terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dan tim lainnya terhadap korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Percarian tersebut dilakukan karena diketahui masih banyak laporan dari warga terkait keluarga mereka yang masih belum diketahui keberadaannya.

Salah satu keluarga yang dilaporkan belum ditemukan adalah keluarga Abdul Jihad Gobel bersama istri Ika dan putri semata wayangnya, Annisa.

Baca: Gempa, Tsunami Palu - Kerusuhan di Rutan Donggala, Narapidana Kabur untuk Bertemu Keluarganya

“Hingga saat ini, saya belum mendapat kabar dari adik sepupu saya Abd Jihad Gobel & istrinya Ika Poetre yang berdomisili di Palu,” demitkuian ditulis Amril Taufiq Gobel.

“Beberapa kali dikontak, tapi tidak berhasil. Mohon bantuan teman-teman apabila mendapatkan informasi tentang adik saya, hubungi ke saya saja 0817789170 atau 087889561778,” lanjut Amril.

Dicari 24 Jam

Pihaknya sudah melakukan pencarian sudah lebih 24 jam, tapi, kata Amril hasilnya masih nihil.

Sementara, kakaknya, Adi DiGo Marine yang juga tinggal di Palu, dikabarkan selamat.

“Alhamdulillah Adi --yg pernah tinggal bersama saya di Jakarta 2 tahun-- sekarang berada di lokasi pengungsian. Adi masih terus melakukan proses pencarian. Semoga segera ditemukan dalam kondisi sehat wal-afiat. Mohon doanya,” lanjutnya.

Amril menyebutkan, adik sepupunya beserta anak dan istri hilang di Palu saat musibah gempa dan tsunami terjadi, Jumat (28/9/2018),

“Adik saya ini kerja di Dispenda Sulteng. Istrinya Ika kerja di KPU Sulteng. Jihad tinggal di Jl Tembang, Palu, tidak jauh dari pesisir pantai dan jembatan kuning yang runtuh itu,” lanjut Amril memberi keterangan.

Hingga saat ini memang masih banyak warga yang belum ditemukan.

Pihak BNPB dan relawan dari berbagai instansi berusaha mengerahkan alat-alat berat untuk mencari korban di bawah reruntuhan gedung. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved