Datangi DPRD, Warga Minta Pabrik Batu di Ulu Ale Sidrap Tutup

Pasalnya, gegara beroperasinya pabrik tersebut, warga sekitar telah mengidap sejumlah penyakit.

Datangi DPRD, Warga Minta Pabrik Batu di Ulu Ale Sidrap Tutup
amiruddin/tribunsidrap.com
Sejumlah warga kampung Indo Kute, Kelurahan Ulu Ale, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendatangi DPRD Sidrap, di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, Kamis (20/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Sejumlah warga kampung Indo Kute, Kelurahan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendesak pabrik batu dan gabah yang beroperasi di daerahnya segera dihentikan.

Hal tersebut disampaikan warga saat menyampaikan aspirasinya di DPRD Sidrap, Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Kamis (20/9/2018).

Usai berorasi di depan gedung DPRD Sidrap, puluhan warga itu diterima anggota DPRD Sidrap di ruang rapat.

Koordinator aksi tersebut, Madong Jamalu mengatakan pabrik batu yang beroperasi di daerahnya harus segera ditutup.

Baca: Polda Sulsel Dalami Dugaan Korupsi Pabrik Rumput Laut di Bone

Baca: Kasus Fee 30 Persen, ACC Desak Tim Bareskrim Polri Soal Ini

Pasalnya, gegara beroperasinya pabrik tersebut, warga sekitar telah mengidap sejumlah penyakit.

"Beroperasinya pabrik itu telah menyebabkan polusi udara, sehingga warga sekitar ada yang mengidap TBC, gangguan pernafasan, dan penyakit lainnya," kata Madong Jamalu, kepada TribunSidrap.com.

Ia pun berharap anggota DPRD Sidrap, Dinas Lingkungan Hidup, dan Polres Sidrap terjun langsung melihat lokasi beroperasinya pabrik tersebut.

"Debu banyak beterbangan, bahkan di rumah-rumah warga juga dipenuhi debu. Makanya kami minta pabrik batu itu ditutup," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sidrap asal Partai Demokrat, Sudarmin menegaskan kesiapannya meninjau langsung lokasi pabrik.

"Ini sudah darurat karena mengancam kesehatan bagi warga setempat. Ini harus segera disikapi," tuturnya.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved