Deng Ical Apresiasi Peran Koperasi dan UMKM di Makassar

Peringatan Hari Koperasi ke-71 mengusung tema "Penguatan Kerja Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat".

Deng Ical Apresiasi Peran Koperasi dan UMKM di Makassar
HANDOVER
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar memperingati Hari Koperasi ke-71, di Baruga Angin Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (10/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar memperingati Hari Koperasi ke-71, di Baruga Angin Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (10/9/2018).

Peringatan Hari Koperasi ke-71 mengusung tema "Penguatan Kerja Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Rakyat".

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, Ketua Dekopinda Sulsel Rahman Halid, Ketua PKK Makassar Indira Yusuf Ismail, Ketua Dekopinda Makassar Idris Patarai, dan Pj Sekda Makassar Naisyah T Azikin.

Di Hari Koperasi kali ini, pemerintah Kota Makassar memberikan penghargaan kepada 15 pelaku usaha kecil menengah yang dinilai berprestasi dan juga paket sembako.

Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, selaku pemerintah Kota Makassar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelaku UKM yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap tingkat pertumbuhaan ekonomi Kota Makassar.

"Karena banyak orang yang tidak menyangka bahwa apa yang telah dilakukan para pelaku UKM mampu memperkuat strukur ekonomi di Makassar," ujar Deng Ical sapaan akrabnya.

Menurutnya, secara pertumbuhan ekonomi, Makassar mampu terus tumbuh melebihi angka pertumbuhan provinsi maupun nasional, dan hal tersebut tidak terlepas dari peran UMKM dan koperasi.

"Pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh di bawah 6,5 persen, provinsi 7 persen dan Makassar tumbuh 8,4 persen, bahkan pada 15 tahun terahkir ini rata-ratanya masih di angka 9 persen," lanjutnya.

Selain itu, Deng Ical pun menyampaikan kesenjangan antara rasio APBD dan PDRB di kota Makassar di hadapan ratusan pelaku UMKM.

"APBD tahun ini setelah diusulkan di perubahan itu senilai Rp4,2 triliun, sementara PDRB kita tahun mencapai Rp145 triliun, jadi tinggal 2,7 persen yang dikelola oleh pemerintah dibanding dengan uang yang berputar di masyarakat. Tahun sebelumnya masih mampu berada di angka 3,1 persen karena APBD itu Rp3,7 triliun dan PDRB Rp125 triliun," terangnya.

Hal ini menurut Deng Ical, menunjukkan peran strategis pemberdayaan dan pembangunan mulai bergeser dari yang awalnya pemerintah yang memegang peranan penting lewat APBD, program-program pemerintah dan pembangunannya, sekarang mulai bergeser ke masyarakat karena faktor-faktor pengelolaan produksi mulai banyak dipegang oleh masyarakat.

"Sehingga peran pemerintah lebih pada upaya mengefektifkan, membuat regulasi yang mendorong supaya pengelolaan faktor-faktor produksi yang ada di masyarakat lebih merata dan kontiniu. Salah satu hal yang cukup kuat dan mengakar yakni pertumbuhan UMKM dan Koperasi," imbuhnya.

"Tahun ini Alhamdulillah perkoperasian di Makassar lebih tumbuh. Tahun ini pada bulan Juli berdasarkan hasil survey di Kota Makassar, menunjukkan entitas bisnis di Makassar di tujuh kecamatan sudah mencapai angka 9200," jelasnya.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help