Ini Penyebab LPG 3 Kg Mahal dan Langka di Luwu Timur Versi Dinas Perdagangan

Tidak ada pengurangan jatah atau stok LPG 3 kg untuk Luwu Timur yang sudah ditetapkan secara nasional.

Ini Penyebab LPG 3 Kg Mahal dan Langka di Luwu Timur Versi Dinas Perdagangan
ivan ismar/tribunlutim.com
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Luwu Timur, Andi Tenriawaru 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Warga Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mengeluhkan langka dan mahalnya Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.

Kejadian ini terjadi sebelum dan pasca-Iduladha 1439 H. Warga yang ingin membeli LPG 3 kg harus menebus dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu di pengecer.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Luwu Timur, Andi Tenriawaru mengatakan penyebab kelangkaan karena pengisian LPG di depot Palopo tidak maksimal.

Alasannya, banyak karyawan yang libur sebelum dan sesudah lebaran. Itu berpengaruh pada distribusi LPG 3 kg ke daerah.

Baca: Ini Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Pangkep

Baca: Pascalebaran Iduladha, Gas Elpiji 3 Kilogram di Wotu Luwu Timur Rp 30 Ribu

"Normalnya agen dapat melakukan pengantaran empat ret per hari. Namun hanya satu ret per hari sehingga distribusi tidak maksimal," kata Tenriawaru kepada wartawan, Selasa (28/8/2018).

Ia menambahkan tidak ada pengurangan jatah atau stok LPG 3 kg untuk Luwu Timur yang sudah ditetapkan secara nasional.

Pengisian LPG di depot Palopo kata Tenriawaru mulai normal sejak kemarin. "Sehingga beberapa hari ini distribusi masih dalam penyesuaian untuk distribusi normal," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, LPG 3 kilogram di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dijual Rp 30 ribu.

Harga tersebut jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Selain harganya yang naik, warga juga kesulitan membeli tabung gas karena stoknya kerap kosong di pangkalan dan pengecer. Itu terjadi pascaIduladha 1439 H.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help