Dibantu Anggota Polres Pangkep, Aman Nusa Lahir di Tenda Pengungsian Korban Gempa Lombok
Bayi Aman Nusa memiliki berat badan 3,7 kg dengan panjang 40 cm dan lahir dengan persalinan normal, Kamis (23/8/2018) dini hari.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Imam Wahyudi
Lahir di Tenda Pengungsian Lombok, Bayi Ini Diberi Nama Aman Nusa
TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Kanit Turjawali Polres Pangkep, Ipda Syarifuddin rela meninggalkan istri dan anak demi menjadi tim ahli psikologi untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Meski jauh dari keluarga, putra asal Maros ini merasa senang karena dapat membantu mereka yang membutuhkan.
Dari tenda pengungsian Lombok, dia berbagi cerita suka dan duka.
Salah satu ceritanya soal bayi laki-laki yang lahir di tenda pengungsian, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diberi nama Aman Nusa.
Bayi Aman Nusa memiliki berat badan 3,7 kg dengan panjang 40 cm dan lahir dengan persalinan normal, Kamis (23/8/2018) dini hari.
Arti nama Aman Nusa yakni anak yang berbakti kepada nusa dan bangsa, diartikan juga anak yang lahir dalam tenda pengunsian Satgas Aman Nusa yang sedang bertugas di Lombok.
Persalinannya dibantu Tim Kesehatan BKO Polda Sulsel.
Bayi tersebut adalah anak dari Safar dan Nisa yang bekerja sebagai petani di Dusun Mandayin, Kecamatan Sambalia, Lotim, NTB.
Terlihat di foto, Kanit Turjawali Polres Pangkep yang juga Tim Psikologi, Ipda Syarifuddin menggendong bayi tersebut dan menciumnya.
" Alhamdulillah kegiatan kita disini membantu warga yang membutuhkan. Banyak cerita suka duka, salah satunya cerita bayi yang lahir di tenda pengungsian dibantu Satgas OPS Aman Nusa Dua Polda Sulsel yang secara cepat langsung memberikan pertolongan," kata Ipda Syarifuddin, Jumat (24/8/2018).
Ipda Syarifuddin menambahkan, kondisi ibu dan bayi sehat dan baik-baik saja, meski di dalam tenda pengungsian.
"Semoga keluarga kecil ini selalu diberi kesehatan dan ketabahan dalam menjalani cobaan dari Allah SWT," jelasnya.