Warga Kerap Buang Sampah di Pantai Kuri Caddi, Chaidir Syam: Bagus Ada Bak
Untuk menghindari adanya sampah di laut dan pantai, pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana.
Penulis: Ansar | Editor: Nurul Adha Islamiah
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Ketua DPRD Maros Chaidir Syam berharap, aksi bersih-bersih pantai di Kuri Caddi, Marusu, harus digalakkan mininal sekali dalam sepekan.
Warga Kuri Caddi juga harus diberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah. Hal itu dilakukan supaya warga tidak membuang lagi sampahnya ke laut dan pantai.
Hal tersebut dikatakan Chaidir saat menghadiri kegiatan bersih pantai oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan RI bersama TNI- Polri, bersama 500 orang dari DPRD, mahasiswa, siswa dan Satpol PP, di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia Marusu, Maros, Senin (20/8/2018).
"Warga masih menganggap pantai dan laut adalah tempat sampah. Pemahaman dan kebiasaan itu, yang harus diubah. Pemahaman warga, mengenai dampak dampak sampah masih minim," katanya.
Untuk menghindari adanya sampah di laut dan pantai, pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana. Warga bisa diajari cara membuat kerajinan tangan dari sampah.
"Bagusnya ada bak di pantai supaya warga tidak membuang sembarang sampahnya. Apalagi ini daerah yang cukup jauh dari kota," katanya.
Kuri Caddi merupakan salah satu dari 73 pantai yang ada di Indonesia akan dibersihkan setiap pekan. Untuk Sulsel, ada dua titik yakni pantai Losari Makassar dan pantai Kuri Caddi.
Pada kegiatan dalam rangka HUT ke 73 RI tersebut, sejumlah sampah yang ada di pantai, telah dipungut lalu disimpan di dalam karung. Sampah tersebut kemudian diangkut ke daratan. (*)