Tujuh Tersangka Korupsi Dana Bimtek Enrekang Belum Ditahan, Ini Alasan Polda

penahanan para tersangka ini baru akan dilakukan setelah berkas dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.

Tujuh Tersangka Korupsi Dana Bimtek Enrekang Belum Ditahan, Ini Alasan Polda
net
ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Tujuh tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan belum ditahan hingga saat ini.

Ketujuh tersangka itu adalah Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, H Bantaeng Kadang, anggota DPRD Arfan Renggong, Mustiar Rahim, Sekretaris Dewan (Sekwan), Sangkala Tahir. Serta tiga penyelenggara proyek Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan, penahanan para tersangka ini baru akan dilakukan setelah berkas dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.

"Belum ditahan, jika sudah ada rencana P21 kami akan langsung tahan baru diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," kata Kombes Polisi Yudiawan.

Perwira tiga bunga ini mengaku masih berusaha melengkapi berkas perkara tersangka sesuai dengan petunjuk Jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Berkas itu dikembalikan Kejaksaan Kepolisian setidaknya sudah dua kali lantaran masih ada kekurangan yang harus dipenuhi sebelumnya dilimpahkan ke Pengadilan

"Penyidik kita lagi ke Jakarta untuk melengkapi pemeriksaan saksi," tuturnya.

Ketujuh orang ini ditetapkan sebagai tersangka sejak April 2017 tahun lalu. Terjadinya tindak pidana korupsi ini karena diduga tidak memenuhi syarat yang diwajibkan dalam Permendagri, tentang orientasi dan pendalaman tugas anggota DPRD (tidak ada MoU).

Serta tidak ada rekomendasi badiklat kemendagri. Penyelanggaraanya juga tidak penuhi syarat dan tidak memiliki legalitas). Sehingga kuat dugaan bahwa kegiatan Bimtek anggota DPRD Enrekang itu hanya fiktif.

Akibat temuan itu, para tersangka diindikasi menyalagunakan anggaran negara sebanyak Rp 855 juta pada aggaran pengadaan Bimtek 2015 sebesar Rp 3,6 Milyar.

Ada 49 kegiatan Bimtek di tujuh kota di Indonesia dengan menggunakan biaya negara. Diantaranya, Makassar, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan lombok.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help