Proses PPDB Diprotes Calon Orangtua Siswa, Ini Penjelasan Kepala Disdik Sulsel

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo langsung merespon keluhan masyarakat terkait kisruh proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Proses PPDB Diprotes Calon Orangtua Siswa, Ini Penjelasan Kepala Disdik Sulsel
SALDY
Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo langsung merespon keluhan masyarakat terkait kisruh proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pihaknya juga telah berkonsultasi dengan seluruh stakeholder, pasca menerima keluhan dari para orangtua calon peserta didik.

Menurut None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo, semangat PPDB ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018, adalah domisili dan non diskriminasi. Semangat itu akan berdampak pada tidak ada lagi sekolah yang hanya diisi anak-anak tertentu, strata tertentu, dan potensi tertentu.

"Semua harus menyebar sesuai tempat tinggal dan kemampuannya. Selama ini, anak-anak memilih tiga sekolah dan ia terpilih dari skor dimana anak itu tertinggi di sekolah itu. Sekarang sistem yang mengatur. Jadi semangatnya adalah pemerataan. Yang menentukan di akademik ini adalah peringkatnya," jelas None, di Hotel Grand Imawan Makassar, Sabtu (30/6/2018) via rilis ke tribun.

Ia mengakui, ekspektasi masyarakat terhadap sistem ini berbeda. Padahal, pola sosialisasi sudah sampai ke tingkat paling bawah. "Ternyata, frame masyarakat masih menganggap sistem seperti dulu. Kami akui, sistem seperti ini belum diterima masyarakat," lanjutnya.

None menjelaskan, semua diverifikasi melalui sistem dan teknologi. Satu-satunya yang harus diawasi di sekolah adalah saat operator menarik jarak dari rumah ke sekolah. Sistem ini diterapkan untuk mengurangi birokrasi. Tapi, teknologi ini punya kekurangan. Pada kenyataannya, beberapa kali terjadi error yang memperlambat sistem. Penyebabnya, serangan hacker. Tapi, data basenya tetap aman.

"Kami adalah sub domain dari sulselprov. go. id. Hacker masuk dari sulselprov.go.id. Ada sekitar tujuh juta sampah yang berusaha dimasukkan oleh hacker berdasarkan rekam digital. Programmer kaget, panik, dan terjadi human error. Kalau database kami, tidak ada batasnya. Saat diserang sampah, semua data mengantri," bebernya.

Ia mengaku sudah melaporkan kepada gubernur terkait kondisi yang ada. Selanjutnya, tim hukum Dinas Pendidikan Sulsel akan melaporkan ke Polda untuk ikut melacak hacker tersebut. Adapun data yang harus diperbaiki, sekitar 145.456. Kemudian, akan diverifikasi ulang 6.672 atau sekitar 2 persen.

"Semoga hasilnya tidak merugikan orang lain. Kami juga akan mengambil formulir verifikasi di sekolah untuk mencocokkan. Dan kami akan umumkan ulang. Kami minta waktu empat hari. Kami akan cocokkan formulir verifikasi dengan digital untuk membuktikan data valid atau tidak," tambahnya.

Berdasarkan hasil rapat, Pendaftaran dan Verifikasi Data dilakukan 20 Juni - 3 Juli, Pengumuman 4 Juli, dan Daftar Ulang 5 - 7 Juli. Kalau yang lulus tiga-tiganya pilihan sekolah, silahkan daftar ulang di sekolah pilihannya. Sedangkan, PPDB jalur domisili baru akan dibuka 9 - 12 Juli.

"Sistem ini tetap integritasnya tinggi. Yang kami jaga adalah database. Keteledoran kami, kami lupa bahwa kami adalah sub domain dari sulselprov.go.id," terangnya.

Sementara, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla menilai, sistem PPDB sudah terstruktur. Kesiapan masyarakat memang yang dibutuhkan dalam merespon sistem ini. Saat sistem ini bekerja, masyarakat harus menyesuaikan diri bahwa sistem ini berbeda dengan yang lalu.

"Harus ada peran berbagai pihak untuk membantu, mensosialisasikan sistem ini. Sebenarnya tidak ada yang salah dari sistemnya. Semua yang disampaikan masyarakat juga telah direspon. Dinas Pendidikan sudah berusaha membuat sistem ini seobyektif mungkin," kata Adi. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help